Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Monday, 02 February 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Beranda Nasional

Fadli Zon: KKB Papua Jangan Dianggap Enteng

Penulis: Tim Redaksi
27 April 2021 | 11:40
Reading Time: 1 min read
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on LineShare on Telegram

CIREBON, (etnologimedia.id).- Meninggalnya Kabinda Papua oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) mengundang keprihatinan tersendiri bagi Anggota DPR RI , Fadli Zon. Menurutnya, peristiwa ini merupakan peristiwa besar yang perlu disikapi serius oleh pemerintah.

Fadli Zon menegaskan, pemerintah selama ini telah menganggap enteng Kelompok Kriminal Bersenjata. Hal tersebut diungkapkan Fadli Zon saat mengunjungi rumah Dinas Ketua DPRD Kota Cirebon Senin malam (26/4/2021).

Baca Juga

Sungai Sukalila Bakal Jadi Ikon Baru Wisata Kota

Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027, Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor 

Pemerintah Kota Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional

“Kita sangat berduka cita atas wafatnya Kabinda Papua oleh KKB. Selama ini mungkin kita menganggap enteng apa yang disebut KKB. Sebetulnya mereka itu adalah kelompok separatis,” tutur Fadli Zon.

Menurut Fadli Zon, sebagai kelompok separatis harusnya pemerintah mempunyai tindakan yang berbeda dengan apa yang disebut sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata.

“Seolah-olah kalau kriminal bersenjata itu kejahatan biasa, kejahatan domestik. Jadi terminologi ini memang harus dievaluasi. Menurut saya yang lebih tepat itu separatis ” ujarnya.

Fadli Zon mengungkapkan, ada tindakan yang berbeda ketika status KKB menjadi separtatis.
“Dengan adanya separatis, tentu yang akan menjadi di garis depan itu gabungan TNI-Polri. Tapi kalau misalnya KKB itu seperti peristiwa sipil yang biasa yang di depan adalah Polisi. Kalau sudah separatis itu wilayahnya TNI,” katanya.

Dirinya berharap, pemerintah harus sesegera mungkin menetapkan apakah ini kelompok KKB atau memang separatis. Fadli berpendapat, ada sebuah eufhemisme atau penghalusan apa yang dilakukan oleh KKB ini merupakan separatisme.

“Mereka ini bersenjata, yang melakukan perlawanan dengan cara sistematis dan tuntutannya pun separatisme yaitu pemisahan diri dari Republik Indonesia. Seharusnya penanganannya jauh lebih serius ketimbang penanganan teroris atau tuduhan-tuduhan radikalisme,” pungkasnya. (EM-07)

Tags: Fadli ZonKKB Papua
Dapatkan update berita pilihan, dan artikel menarik lain setiap hari dari etnologimedia.com, klik untuk mengikuti Google News etnologimedia.com.

Terkait Berita

Dari Fikih hingga Medis, Seminar Haul ke-95 KH Muhammad Sa’id Kupas Tuntas Edukasi Haid untuk Perempuan
Nasional

PWI Kabupaten Cirebon Tekankan Pentingnya Literasi Media dalam Isu Kesehatan Perempuan di Seminar Nasional

01 February 2026 | 17:04
Dari Fikih hingga Medis, Seminar Haul ke-95 KH Muhammad Sa’id Kupas Tuntas Edukasi Haid untuk Perempuan
Nasional

Dari Fikih hingga Medis, Seminar Haul ke-95 KH Muhammad Sa’id Kupas Tuntas Edukasi Haid untuk Perempuan

01 February 2026 | 17:01
Seminar Nasional Haul ke-95 KH. Muhammad Sa’id Bahas Risalatul Mahid dari Perspektif Medis
Nasional

Seminar Nasional Haul ke-95 KH. Muhammad Sa’id Bahas Risalatul Mahid dari Perspektif Medis

01 February 2026 | 16:56
Sungai Sukalila Bakal Jadi Ikon Baru Wisata Kota
Ragam

Sungai Sukalila Bakal Jadi Ikon Baru Wisata Kota

29 January 2026 | 20:24
Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027, Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor 
Ragam

Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027, Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor 

29 January 2026 | 20:08
Pemerintah Kota Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional
Ragam

Pemerintah Kota Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional

28 January 2026 | 19:28
Berita berikutnya
ASTRA Tol Cipali Kembali Raih Apresiasi pada Kategori AEC

ASTRA Tol Cipali Kembali Raih Apresiasi pada Kategori AEC

Rekomendasi

Liburan Hemat tapi Tetap Seru? Begini Cara Traveling dengan Budget Minim!

Liburan Hemat tapi Tetap Seru? Begini Cara Traveling dengan Budget Minim!

11 February 2025 | 07:31
Kulit Glowing Alami: 5 Manfaat Yogurt untuk Kesehatan Kulit yang Harus Kamu Tahu

Kulit Glowing Alami: 5 Manfaat Yogurt untuk Kesehatan Kulit yang Harus Kamu Tahu

17 October 2024 | 07:59
Panwascam Suranenggala Awasi Ketat Distribusi Logistik

Panwascam Suranenggala Awasi Ketat Distribusi Logistik

27 January 2024 | 17:55

BeritaTerpopuler

  • Jelang Nataru, KAI Daop 3 Cirebon Perkuat Pengamanan dan Layanan

  • Fakta Menarik: Ternyata SCOBY atau ‘Jamur’ Kombucha Bisa Dimakan

  • Pariwisata Jawa Barat Menggeliat, Antara Tren Gaya Hidup dan Tuntunan Syariat

  • Dari Fikih hingga Medis, Seminar Haul ke-95 KH Muhammad Sa’id Kupas Tuntas Edukasi Haid untuk Perempuan

  • Dari Waduk Darma, Cirebon- Kuningan Bahas Solusi Banjir Terpadu

Etnologi Media

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sosok

Layanan dan Informasi

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Copyright @ 2021 PT Digital Etnologi Solution. All rights reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks

© 2021 PT Digital Etnologi Solution - Inspirasi Generasi Terkini.