CIREBON, (ETNOLOGIMEDIA.COM)- Bupati Cirebon, Imron, mengajak semua aparatur pemerintahan baik dari unsur kecamatan hingga ke desa untuk ikut andil dal menggali potensi di wilayah masing-masing.
Diakui Imron, setiap wilayah kecamatan di Kabupaten Cirebon masih banyak potensi yang belum bisa diangkat sepenuhnya sehingga dibutuhkan inovasi para pemimpinnya.
Seperti halnya di wilayah Karangsembung, kata Imron, dari aspek sejarah perkembangan ekonomi sudah sangat bagus salahsatunya ditopang dengan adanya pabrik gula.
“Mari bersama-sama kita gali potensi yang ada, agar ekonomi masyarakat tumbuh dengan baik. Sehingga masyarakat bisa sejahtera,” kata Imron, saat melakukan pembinaan aparatur kecamatan dan desa dalam rangka meningkatkan penguatan kerja penyelenggara pemerintah berbasis kinerja di Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon, Selasa (28/11/2023).
Dalam kegiatan tersebut, Imron turut didampingi Kepala Bappelitbangda, Dangi dan Kepala Dinas Kesehatan, Neneng Hasanah dan elemen instansi terkait.
Imron menginginkan agar semua aparatur daerah, dari tingkatan Sekda hingga desa, bisa ikut serta memajukan daerahnya.
Mengingat, sejumlah program harus didukung dan diimplementasikan agar tiap poin yang menjadi indikator kinerja suatu daerah bisa maju dan berkembang. Diantaranya yakni adanya visi misi Bupati dan Wakil Bupati Cirebon.
“Keseluruhan visi misi tersebut dilaksanakan oleh Sekda hingga kepada desa yang ada di daerah. Jika semuanya itu bisa dilaksanakan, saya yakin, daerah akan lebih maju dan sejahtera masyarakatnya,” sambungnya.
Imron mengatakan, pihaknya juga mengajak semua pejabat kecamatan dan desa, agar tidak segan-segan untuk melakukan penyuluhan terkait kesehatan.
“Kalau masyarakat ada yang sakit, datang ke Puskesmas terdekat, karena kesehatan paling utama,” ujarnya.
Senada, Camat Karangsembung Kabupaten Cirebon, Eko Jatmiko mengatakan, pihaknya sudah melaksanakan program guna penanganan kemiskinan di wilayahnya.
Bahkan tidak tanggung-tanggung, tahun 2024 pihak kecamatan sudah menganggarkan untuk program penurunan stunting.
“Tahun 2024, kita menganggarkan untuk 50 anak stunting,” katanya.
Selain kemiskinan, kata Eko, pihaknya juga melakukan program bersih sampah hingga tingkat desa.
“Kami sudah bekerjasama dengan DLH untuk penanganan sampah, bahkan setiap desa sudah kami sediakan kontainer,” ungkapnya.***
