Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sunday, 01 February 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Beranda Daerah

Pengelolaan BUMDes Butuh Polesan, DPRD Sebut Baru Dua BUMDEs Kategori Baik

Penulis: Mamat Rahmat
25 January 2024 | 14:18
Reading Time: 2 mins read
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Cirebon, Diah Irwany Indriyati.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Cirebon, Diah Irwany Indriyati.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on LineShare on Telegram

CIREBON, (ETNOLOGIMEDIA.COM)- Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang tersebar di seluruh desa di Kabupaten Cirebon harus lebih ditingkatkan. Evaluasi itu berdasarkan kajian DPRD setempat yang dinilai perlu dilakukan evaluasi menyeluruh di tahun 2023 kemarin.

Diungkapkan Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Cirebon, Diah Irwany Indriyati, menyebut kondisi BUMDes saat hanya 0,5 persen dari 412 desa di daerahnya yang baru berhasil mengelola.

Baca Juga

DPRD Minta Laporan Tindak Lanjut Temuan BPK di Disdik

Polresta Cirebon Resmi Punya Wakapolresta Baru, AKBP Eko Munarianto Siap Perkuat Kamtibmas

Kawasan Sungai Sukalila Mulai Dibenahi, Wali Kota Cirebon Pantau Langsung

Artinya, kata Diah, data tersebut bisa diartikan bahwa masih banyak pengelolaan BUMDes yang belum mampu memanfaatkan badan usaha tersebut menjadi salah satu sektor pendapatan asli desa (PADes).

“Kita harus akui bahwa pengelolaan BUMDes di situ masih belum efektif. PADes pun ada beberapa desa yang sudah mampu mendongkrak, ada yang belum,” ujar Diah dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (25/1/2024).

Menurutnya, dibutuhkan pengawasan melekat (waskat) yang tentunya harus dilaksanakan di dalam pengelolaan BUMDes.

Selain itu, penyertaan modal yang dari tahun ke tahun juga harus jadi bahan evaluasi oleh BPD dan kepala desa.

“Seberapa layaknya bantuan permodalan tadi bisa diberikan kembali dan seberapa besarnya tidak diperlukan lagi,” katanya.

“(BUMDes) memang betul untuk pemberdayaan. Untuk salah satu pola bagi aspek pemberdayaan masyarakat dari dana desa maupun dana aspirasi desa,” katanya.

Hal itu, lanjutnya, perlu kajian yang mendalam dan akurat, sesuai dengan perjalanan BUMDes itu sendiri, bagaimana manajemennya, pengelolaannya, dan bagaimana perjalanannya.

“Dan bagaimana feedback dari pengelolaan Bumdes itu sendiri. Sejauh mana ke manfaatannya. Semua itu harus jadi pantas yah,” terangnya.

Diah menjelaskan, terkait penganggaran BUMDes harus melalui kesepakatan yang mufakat antara kepala desa/Kuwu, BPD, dan aspirasi dari tokoh-tokoh masyarakat hingga pemerhati pemerintahan desa. Adapun terkait standar bakunya, kata dia, hal itu juga tergantung kebutuhan yang disepakati.

Kemudian, antara modal awal dan modal selanjutnya harus ada perbedaan. Di mana, kata dia, alurnya harus seimbang dengan perkembangannya.

“Jadi ada prosentase yang harus dikeluarkan untuk pengembangannya. Itu kalau modal awal Rp 200 juta, ya untuk kedua kalinya apakah 60 persen,” katanya.

“Makanya evaluasi di situ, kajian di lapangannya dibangun untuk menganalisa tadi. Sejauh mana permodalan itu layak untuk di berikan kembali. Kalau sekiranya tidak layak kenapa di paksakan,” ungkapnya.

Diah menyebut ada dua desa sebagai contoh BUMDes yang berhasil dikelola dengan baik di Kabupaten Cirebon. Desa tersebut adalah Desa Cupang dengan wisatanya dan Hulubanteng Lor dengan usaha coffe dan cucian mobilnya.

“Karena itu sudah mampu untuk menyumbang, atau menyumbangkan PADes,” katanya.

Atas hal itu, ia mengaku akan mendorong desa-desa untuk memperbaiki BUMDes dengan baik. Terutama kepada DPMD sebagai pembinaanya. “Dan di topang juga oleh inspektorat, inspektorat sudah mulai lah mengkritisi itu, mengawasi secara melekat,” pungkasnya.***

Tags: BUMDesDPRDKabupaten Cirebon
Dapatkan update berita pilihan, dan artikel menarik lain setiap hari dari etnologimedia.com, klik untuk mengikuti Google News etnologimedia.com.

Terkait Berita

Langkah Tegas KAI, 16 Perlintasan Ilegal di Wilayah Cirebon Ditutup
Daerah

Langkah Tegas KAI, 16 Perlintasan Ilegal di Wilayah Cirebon Ditutup

30 January 2026 | 14:48
Baru 93 Tapping Box Terpasang, Ribuan Restoran Belum Terpantau
Daerah

Baru 93 Tapping Box Terpasang, Ribuan Restoran Belum Terpantau

29 January 2026 | 17:24
Kontribusi Pajak Kecil, DPRD Ingatkan Risiko Sosial Hiburan Malam
Daerah

Kontribusi Pajak Kecil, DPRD Ingatkan Risiko Sosial Hiburan Malam

28 January 2026 | 10:20
DPRD Minta Laporan Tindak Lanjut Temuan BPK di Disdik
Daerah

DPRD Minta Laporan Tindak Lanjut Temuan BPK di Disdik

27 January 2026 | 19:31
Polresta Cirebon Resmi Punya Wakapolresta Baru, AKBP Eko Munarianto Siap Perkuat Kamtibmas
Daerah

Polresta Cirebon Resmi Punya Wakapolresta Baru, AKBP Eko Munarianto Siap Perkuat Kamtibmas

27 January 2026 | 19:20
Kawasan Sungai Sukalila Mulai Dibenahi, Wali Kota Cirebon Pantau Langsung
Daerah

Kawasan Sungai Sukalila Mulai Dibenahi, Wali Kota Cirebon Pantau Langsung

27 January 2026 | 09:34
Berita berikutnya
Terbesar Se-Indonesia, 712 Perawat Kabupaten Cirebon Diangkat Jadi ASN PPPK

Terbesar Se-Indonesia, 712 Perawat Kabupaten Cirebon Diangkat Jadi ASN PPPK

Rekomendasi

Dua Residivis Spesialis Rumah Kosong Ditangkap Polisi

Dua Residivis Spesialis Rumah Kosong Ditangkap Polisi

16 July 2025 | 08:55
Rahasia Umur Panjang: 5 Minuman Ini Bisa Bantu Kamu Hidup Lebih Lama

Rahasia Umur Panjang: 5 Minuman Ini Bisa Bantu Kamu Hidup Lebih Lama

30 August 2024 | 13:22
Keraton Kasepuhan Cirebon Gelar Tradisi Panjang Jimat

Keraton Kasepuhan Cirebon Gelar Tradisi Panjang Jimat

17 September 2024 | 07:46

BeritaTerpopuler

  • Jelang Nataru, KAI Daop 3 Cirebon Perkuat Pengamanan dan Layanan

  • Fakta Menarik: Ternyata SCOBY atau ‘Jamur’ Kombucha Bisa Dimakan

  • Dari Waduk Darma, Cirebon- Kuningan Bahas Solusi Banjir Terpadu

  • Pariwisata Jawa Barat Menggeliat, Antara Tren Gaya Hidup dan Tuntunan Syariat

  • Pemkab Cirebon dan REI Sepakati Investasi Perumahan Berbasis Mitigasi Bencana

Etnologi Media

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sosok

Layanan dan Informasi

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Copyright @ 2021 PT Digital Etnologi Solution. All rights reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks

© 2021 PT Digital Etnologi Solution - Inspirasi Generasi Terkini.