CIREBON, (ETNOLOGIMEDIA.COM)- Sering dimarahi orang tua dapat menyebabkan dampak negatif serius pada kesehatan mental anak.
Kemarahan yang berulang dapat menciptakan rasa tidak aman dan ketidakpastian, yang memengaruhi rasa percaya diri anak dan mengganggu perkembangan emosional mereka. Anak-anak mungkin mengalami kecemasan berlebihan, kesulitan tidur, dan masalah dalam berinteraksi sosial.
Selain itu, mereka mungkin menunjukkan perilaku negatif sebagai cara untuk mengekspresikan frustrasi. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk berkomunikasi dengan cara yang lebih positif dan mendukung.
Melansir dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa dampak buruk yang mungkin terjadi:
1. Rendahnya Rasa Percaya Diri
Anak yang sering dimarahi bisa merasa kurang berharga dan tidak percaya diri. Mereka mungkin merasa tidak pernah cukup baik, yang dapat mempengaruhi pandangan mereka terhadap diri sendiri dan kemampuan mereka.
2. Stres dan Kecemasan
Ketidakstabilan emosional akibat marah-marah dapat menyebabkan anak merasa stres dan cemas. Mereka mungkin merasa takut untuk membuat kesalahan atau menghadapi situasi yang menimbulkan ketegangan.
3. Gangguan Tidur
Stres dan ketidaknyamanan emosional yang disebabkan oleh kemarahan orang tua bisa mengganggu pola tidur anak. Mereka mungkin mengalami kesulitan tidur atau mimpi buruk yang mengganggu istirahat mereka.
4. Hubungan Sosial yang Buruk
Anak yang sering dimarahi mungkin mengalami kesulitan dalam membangun hubungan sosial yang sehat. Mereka bisa menjadi lebih tertutup, sulit bergaul, atau bahkan meniru perilaku negatif dalam interaksi mereka dengan teman-teman.
5. Masalah Perilaku
Kemarahan orang tua yang berlebihan dapat menyebabkan anak mengekspresikan frustrasi mereka dengan cara yang tidak sehat, seperti agresi atau perilaku buruk. Mereka mungkin belajar untuk menyelesaikan konflik dengan cara yang sama seperti yang mereka lihat di rumah.
Mengelola emosi dan memberikan dukungan positif kepada anak sangat penting untuk kesejahteraan mental mereka. Mengadopsi pendekatan yang lebih penuh kasih dan komunikatif dapat membantu membangun hubungan yang lebih sehat dan mendukung perkembangan mental anak secara positif.***










