Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sunday, 01 February 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Beranda Ragam

Bahaya Bleaching Rambut yang Sering Terabaikan

Penulis: Rini Juni
25 August 2024 | 17:56
Reading Time: 1 min read
Salah satu bahaya utama dari sering bleaching adalah kerusakan kutikula rambut. Foto: Freepik

Salah satu bahaya utama dari sering bleaching adalah kerusakan kutikula rambut. Foto: Freepik

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on LineShare on Telegram

CIREBON, (ETNOLOGIMEDIA.COM)-Bleaching rambut telah menjadi tren yang populer, memungkinkan kamu untuk bereksperimen dengan berbagai warna rambut yang mencolok. Namun, di balik kesenangan berkreasi dengan warna, bleaching juga bisa membawa dampak serius bagi kesehatan rambutmu.

Salah satu bahaya utama dari sering bleaching adalah kerusakan kutikula rambut. Kutikula adalah lapisan pelindung terluar rambut yang menjaga kelembapan di dalam batang rambut. Proses bleaching membuka kutikula agar pigmen alami rambut bisa dihilangkan dan digantikan dengan warna baru. Namun, ketika dilakukan terlalu sering, kutikula bisa rusak permanen, membuat rambut menjadi rapuh, kering, dan mudah patah.

Baca Juga

Kota Cirebon Raih Penghargaan Nasional UHC Awards 2026

Ambruknya Gedung Ponpes, Cermin Buramnya Jaminan Fasilitas Pendidikan

KBBI Hadirkan Ruang Baru Pecinta Buku di Tengah Era Digital

Selain itu, bleaching yang berulang dapat menyebabkan rambut kehilangan kelembapan alaminya. Hasilnya, rambut menjadi sangat kering dan tampak kusam. Rambut yang kekurangan kelembapan juga cenderung lebih rentan terhadap frizz atau rambut mengembang yang sulit diatur.

Kerontokan rambut juga bisa menjadi masalah serius akibat terlalu sering bleaching. Proses kimia yang keras ini melemahkan batang rambut, sehingga rambut menjadi lebih mudah rontok bahkan hanya dengan sisiran ringan. Jika dibiarkan, ini bisa berujung pada penipisan rambut yang sulit diperbaiki.

Iritasi kulit kepala adalah bahaya lain yang sering diabaikan. Bahan kimia dalam produk bleaching bisa menyebabkan kulit kepala menjadi merah, gatal, dan bahkan luka jika tidak ditangani dengan baik.

Dalam kasus yang lebih parah, reaksi alergi bisa muncul, menyebabkan ketidaknyamanan yang cukup signifikan.

Terakhir, pemulihan rambut yang sudah sering di-bleaching memerlukan waktu dan perawatan intensif. Bahkan dengan penggunaan produk perawatan rambut yang mahal, rambut yang rusak parah akibat bleaching mungkin tidak akan kembali ke kondisi aslinya.

Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan risiko ini sebelum memutuskan untuk sering melakukan bleaching pada rambutmu. Lebih baik menjaga kesehatan rambut daripada harus menghadapi konsekuensi yang merugikan di kemudian hari.***

Tags: BleachingKesehatanRambut
Dapatkan update berita pilihan, dan artikel menarik lain setiap hari dari etnologimedia.com, klik untuk mengikuti Google News etnologimedia.com.

Terkait Berita

Sungai Sukalila Bakal Jadi Ikon Baru Wisata Kota
Ragam

Sungai Sukalila Bakal Jadi Ikon Baru Wisata Kota

29 January 2026 | 20:24
Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027, Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor 
Ragam

Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027, Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor 

29 January 2026 | 20:08
Pemerintah Kota Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional
Ragam

Pemerintah Kota Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional

28 January 2026 | 19:28
Kota Cirebon Raih Penghargaan Nasional UHC Awards 2026
Ragam

Kota Cirebon Raih Penghargaan Nasional UHC Awards 2026

28 January 2026 | 19:14
Saat Ibu Menjadi Tulang Punggung Keluarga
Opini

Ambruknya Gedung Ponpes, Cermin Buramnya Jaminan Fasilitas Pendidikan

16 October 2025 | 08:08
KBBI Hadirkan Ruang Baru Pecinta Buku di Tengah Era Digital
Ragam

KBBI Hadirkan Ruang Baru Pecinta Buku di Tengah Era Digital

09 September 2025 | 20:36
Berita berikutnya
Fakta atau Mitos: Benarkah Kacang Bisa Picu Jerawat?

Fakta atau Mitos: Benarkah Kacang Bisa Picu Jerawat?

Rekomendasi

DPRD Evaluasi Kendala Retribusi 2024, TPA dan Parkir Jadi Sorotan

DPRD Evaluasi Kendala Retribusi 2024, TPA dan Parkir Jadi Sorotan

14 February 2025 | 07:55
Partai Gelora Suport Program Seragam Sekolah Gratis, Suhendrik Ajak Warga Dukung BERES

Partai Gelora Suport Program Seragam Sekolah Gratis, Suhendrik Ajak Warga Dukung BERES

14 November 2024 | 11:34
Peran Lembaga Pers Mahasiswa Semakin Vital di Era Tsunami Informasi

Peran Lembaga Pers Mahasiswa Semakin Vital di Era Tsunami Informasi

23 August 2024 | 08:11

BeritaTerpopuler

  • Jelang Nataru, KAI Daop 3 Cirebon Perkuat Pengamanan dan Layanan

  • Fakta Menarik: Ternyata SCOBY atau ‘Jamur’ Kombucha Bisa Dimakan

  • Dari Waduk Darma, Cirebon- Kuningan Bahas Solusi Banjir Terpadu

  • Pariwisata Jawa Barat Menggeliat, Antara Tren Gaya Hidup dan Tuntunan Syariat

  • Pemkab Cirebon dan REI Sepakati Investasi Perumahan Berbasis Mitigasi Bencana

Etnologi Media

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sosok

Layanan dan Informasi

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Copyright @ 2021 PT Digital Etnologi Solution. All rights reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks

© 2021 PT Digital Etnologi Solution - Inspirasi Generasi Terkini.