Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sunday, 01 February 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Beranda Ragam

Tak Hanya Gula: Ini 8 Kebiasaan yang Bisa Picu Diabetes tanpa Disadari

Penulis: Rini Juni
07 October 2024 | 07:54
Reading Time: 3 mins read
Ilustrasi seseorang yang mengalami stress berlebih. Foto: Freepik

Ilustrasi seseorang yang mengalami stress berlebih. Foto: Freepik

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on LineShare on Telegram

CIREBON, (ETNOLOGIMEDIA.COM).- Ketika mendengar kata diabetes, kebanyakan orang langsung berpikir bahwa penyebab utamanya adalah konsumsi gula yang berlebihan.

Memang benar bahwa makan terlalu banyak makanan manis dapat meningkatkan risiko diabetes, tetapi ada banyak faktor lain yang juga berkontribusi terhadap perkembangan penyakit ini.

Baca Juga

Kota Cirebon Raih Penghargaan Nasional UHC Awards 2026

Ambruknya Gedung Ponpes, Cermin Buramnya Jaminan Fasilitas Pendidikan

KBBI Hadirkan Ruang Baru Pecinta Buku di Tengah Era Digital

Diabetes tipe 2, yang merupakan jenis diabetes paling umum, biasanya disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan gaya hidup yang kurang sehat.

Melansir dari beberapa sumber, berikut adalah beberapa hal lain yang bisa menjadi pemicu diabetes selain konsumsi makanan manis.

1. Kurang Aktivitas Fisik

Gaya hidup yang kurang aktif atau sedentary lifestyle merupakan salah satu faktor risiko utama diabetes tipe 2. Tubuh kita membutuhkan aktivitas fisik untuk membantu insulin bekerja dengan lebih efisien. Ketika kita jarang bergerak, tubuh mulai kesulitan menggunakan insulin dengan baik, dan ini menyebabkan resistensi insulin. Resistensi insulin dapat meningkatkan kadar gula darah, yang jika dibiarkan terus-menerus bisa berujung pada diabetes.

Aktivitas fisik membantu tubuh menggunakan gula sebagai energi dan mencegah penumpukan gula berlebih dalam darah. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebiasaan berolahraga secara rutin, minimal 30 menit sehari.

2. Obesitas dan Kelebihan Berat Badan

Kelebihan berat badan, terutama di sekitar perut, merupakan salah satu penyebab utama resistensi insulin. Lemak visceral (lemak yang menumpuk di sekitar organ internal) dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menggunakan insulin dengan benar. Semakin banyak lemak yang tertimbun, semakin besar pula risiko diabetes tipe 2.

Meskipun tidak semua orang yang mengalami obesitas akan terkena diabetes, menjaga berat badan yang sehat sangat penting untuk mengurangi risiko terkena penyakit ini.

3. Stres Berkepanjangan

Stres kronis dapat memengaruhi kadar gula darah dalam tubuh. Saat kita merasa stres, tubuh melepaskan hormon seperti kortisol dan adrenalin untuk membantu menghadapi situasi tersebut. Hormon-hormon ini memengaruhi metabolisme gula dalam tubuh, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kadar gula darah jika stres terjadi secara berkepanjangan.

Selain itu, stres juga dapat memicu kebiasaan makan berlebihan atau memilih makanan yang tidak sehat, yang bisa memperburuk risiko terkena diabetes.

4. Kurang Tidur

Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting bagi kesehatan tubuh, termasuk untuk mengatur kadar gula darah. Kurang tidur dapat memengaruhi hormon yang mengatur nafsu makan dan membuat kita lebih cenderung untuk makan berlebihan atau memilih makanan tinggi gula dan lemak.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur secara teratur memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2. Tidur yang kurang dari 7 jam per malam dapat mengganggu metabolisme tubuh dan menyebabkan resistensi insulin.

5. Diet Tinggi Lemak Jenuh

Meskipun gula sering menjadi sorotan utama, konsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh juga bisa meningkatkan risiko diabetes. Lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol buruk (LDL) dalam tubuh dan menyebabkan peradangan, yang dapat memicu resistensi insulin.

Diet yang tinggi lemak jenuh sering kali ditemukan dalam makanan cepat saji, makanan olahan, dan daging merah. Mengurangi konsumsi lemak jenuh dan menggantinya dengan lemak sehat seperti lemak tak jenuh tunggal dan ganda (dari minyak zaitun, alpukat, atau kacang-kacangan) dapat membantu mengurangi risiko diabetes.

6. Faktor Genetik dan Riwayat Keluarga

Jika kamu memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, risiko kamu terkena diabetes tipe 2 juga meningkat. Faktor genetik memainkan peran penting dalam menentukan seberapa besar risiko seseorang terhadap penyakit ini. Meskipun kamu tidak bisa mengubah faktor genetik, kamu bisa mengelola gaya hidup untuk menurunkan risiko terkena diabetes.

7. Merokok

Kebiasaan merokok tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan paru-paru dan jantung, tetapi juga bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Nikotin dan zat berbahaya dalam rokok dapat memengaruhi bagaimana tubuh mengatur insulin dan gula darah. Selain itu, merokok juga dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh, yang memperparah resistensi insulin.

Berhenti merokok bisa secara signifikan mengurangi risiko terkena diabetes dan berbagai penyakit lainnya.

8. Usia yang Bertambah

Risiko diabetes tipe 2 juga meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 45 tahun. Ini terjadi karena sensitivitas insulin menurun seiring waktu, ditambah dengan faktor gaya hidup yang kurang aktif. Namun, meskipun usia merupakan faktor risiko, menjaga gaya hidup sehat dapat membantu menunda atau bahkan mencegah diabetes.***

Tags: DiabetesGulaKesehatanStres
Dapatkan update berita pilihan, dan artikel menarik lain setiap hari dari etnologimedia.com, klik untuk mengikuti Google News etnologimedia.com.

Terkait Berita

Sungai Sukalila Bakal Jadi Ikon Baru Wisata Kota
Ragam

Sungai Sukalila Bakal Jadi Ikon Baru Wisata Kota

29 January 2026 | 20:24
Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027, Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor 
Ragam

Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027, Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor 

29 January 2026 | 20:08
Pemerintah Kota Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional
Ragam

Pemerintah Kota Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional

28 January 2026 | 19:28
Kota Cirebon Raih Penghargaan Nasional UHC Awards 2026
Ragam

Kota Cirebon Raih Penghargaan Nasional UHC Awards 2026

28 January 2026 | 19:14
Saat Ibu Menjadi Tulang Punggung Keluarga
Opini

Ambruknya Gedung Ponpes, Cermin Buramnya Jaminan Fasilitas Pendidikan

16 October 2025 | 08:08
KBBI Hadirkan Ruang Baru Pecinta Buku di Tengah Era Digital
Ragam

KBBI Hadirkan Ruang Baru Pecinta Buku di Tengah Era Digital

09 September 2025 | 20:36
Berita berikutnya
Kapolresta Cirebon Tegaskan Netralitas Anggota dalam Pilkada Serentak 2024

Kapolresta Cirebon Tegaskan Netralitas Anggota dalam Pilkada Serentak 2024

Rekomendasi

Temuan Mayat di Sungai Wangan Ayam Susukan Terungkap, Polresta Cirebon Tangkap Pelaku

Temuan Mayat di Sungai Wangan Ayam Susukan Terungkap, Polresta Cirebon Tangkap Pelaku

23 January 2024 | 12:29
Panwascam Karangwareng Komitmen Awas Distribusi Logistik

Panwascam Karangwareng Komitmen Awas Distribusi Logistik

21 December 2023 | 12:56
Bupati Apresiasi Polresta Cirebon, Panen Raya Jagung  Bukti Ketahanan Pangan

Bupati Apresiasi Polresta Cirebon, Panen Raya Jagung Bukti Ketahanan Pangan

11 November 2025 | 13:25

BeritaTerpopuler

  • Jelang Nataru, KAI Daop 3 Cirebon Perkuat Pengamanan dan Layanan

  • Fakta Menarik: Ternyata SCOBY atau ‘Jamur’ Kombucha Bisa Dimakan

  • Dari Waduk Darma, Cirebon- Kuningan Bahas Solusi Banjir Terpadu

  • Pariwisata Jawa Barat Menggeliat, Antara Tren Gaya Hidup dan Tuntunan Syariat

  • Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Bisa Dipesan Mulai H-45

Etnologi Media

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sosok

Layanan dan Informasi

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Copyright @ 2021 PT Digital Etnologi Solution. All rights reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks

© 2021 PT Digital Etnologi Solution - Inspirasi Generasi Terkini.