CIREBON, (ETNOLOGIMEDIA.COM) Konstruksi besi bagian atas “Gapura Talun Ngangeni” dilaporkan hilang, diduga akibat ambruk.
Gapura yang baru diresmikan ini menyisakan pertanyaan besar terkait penyebab hilangnya komponen tersebut, tanpa jejak puing yang jelas.
Ketua Aliansi Demokrasi Rakyat (Aldera) Kabupaten Cirebon, Warcono Semaun, mengungkapkan kecurigaannya bahwa ambruknya bagian gapura ini mungkin disebabkan oleh kesalahan konstruksi yang tidak sesuai spesifikasi. “Saat peresmian, besi itu masih ada, menjulang. Tapi sekarang, sudah hilang tanpa bekas,” kata Warcono, kepada wartawan, Senin (7/10/2024).
Atas kondisi itu, Warcono mencurigai bahwa insiden ini terjadi lebih dari sebulan lalu tanpa ada tanggapan dari pihak terkait.
Menurut Warcono, baik Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) maupun aparat penegak hukum (APH) seharusnya segera merespons kejadian ini.
Ia menekankan pentingnya investigasi lebih lanjut.

“Jika benar bangunan ini ambruk, kontraktor yang bertanggung jawab harus diperiksa. Jika ternyata hilang karena dicuri, maka ini adalah masalah keamanan yang harus segera diatasi,” ungkapnya.
Warcono juga mengkritik Disbudpar, khususnya Kepala Dinas, Abraham, yang dinilainya kurang dalam pengawasan. “Dulu, saat diresmikan, Gapura Talun disebut-sebut akan lebih megah dari Gapura Pataraksa. Kenyataannya, malah terkesan tidak terurus,” tambahnya. Oleh karenanya, Aldera Kabupaten Cirebon mendesak APH segera turun tangan.
Menurut Warcono, kelalaian dalam penanganan kasus ini dapat memberikan dampak buruk bagi pengelolaan aset daerah lainnya.
“Terutama yang memiliki nilai wisata dan budaya seperti Gapura Talun Ngangeni. Kejadian robohnya konstruksi bangunan bukan kejadian pertama. Apakah ini contoh pembangunan yang asal yang dilakukan pemerintah,” cetusnya.***










