Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sunday, 01 February 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Beranda Ragam

5 Bahaya Kol Goreng bagi Kesehatan yang Jarang Disadari

Penulis: Rini Juni
03 November 2024 | 08:52
Reading Time: 2 mins read
Ilustrasi kol goreng. Foto: Freepik

Ilustrasi kol goreng. Foto: Freepik

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on LineShare on Telegram

CIREBON, (ETNOLOGIMEDIA.COM).- Siapa yang tidak suka kol goreng? Sajian yang sederhana namun menggoda ini sering menjadi pendamping makanan di berbagai tempat makan, terutama saat disantap bersama sambal dan lauk pauk lainnya.

Meski terlihat lezat, kol goreng ternyata memiliki beberapa risiko kesehatan yang perlu diwaspadai. Proses penggorengan pada suhu tinggi dapat mengubah kandungan nutrisi kol dan berpotensi menimbulkan efek buruk bagi tubuh jika dikonsumsi terlalu sering.

Baca Juga

Kota Cirebon Raih Penghargaan Nasional UHC Awards 2026

Ambruknya Gedung Ponpes, Cermin Buramnya Jaminan Fasilitas Pendidikan

KBBI Hadirkan Ruang Baru Pecinta Buku di Tengah Era Digital

Melansir sari beberapa sumber, berikut ini adalah lima bahaya kol goreng bagi kesehatan yang perlu kamu ketahui!

1. Tingginya Kandungan Lemak Trans

Proses penggorengan kol dalam minyak panas dapat menghasilkan lemak trans, sejenis lemak yang terbentuk saat minyak dipanaskan pada suhu tinggi. Lemak trans dikenal sebagai lemak yang sulit diolah tubuh dan dapat menumpuk dalam pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan kolesterol tinggi. Konsumsi lemak trans secara berlebihan juga berpotensi meningkatkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2.

2. Menghasilkan Senyawa Karsinogenik

Kol yang digoreng pada suhu tinggi berpotensi menghasilkan senyawa karsinogenik bernama acrylamide. Senyawa ini terbentuk ketika makanan bertepung atau sayuran tertentu dimasak pada suhu sangat tinggi. Acrylamide dikenal sebagai senyawa yang dapat merusak sel tubuh dan berisiko meningkatkan kemungkinan terkena kanker jika dikonsumsi terus-menerus dalam jangka panjang.

3. Kehilangan Nutrisi Penting

Kol mentah kaya akan vitamin C, serat, dan antioksidan, yang semuanya bermanfaat bagi tubuh. Namun, saat kol digoreng pada suhu tinggi, sebagian besar nutrisi ini akan hilang atau rusak. Akibatnya, kol goreng yang kamu makan tidak lagi memiliki manfaat nutrisi yang sama seperti kol segar, dan kamu hanya akan mengonsumsi kalori dan lemak tanpa banyak nutrisi.

4. Meningkatkan Risiko Gangguan Pencernaan

Kol mentah dikenal memiliki kandungan serat yang tinggi dan baik untuk pencernaan. Namun, ketika digoreng, serat dalam kol dapat berubah tekstur, sehingga lebih sulit dicerna tubuh. Bagi mereka yang memiliki masalah pencernaan, mengonsumsi kol goreng bisa memperparah gejala seperti perut kembung, mulas, atau gangguan pencernaan lainnya.

5. Menyebabkan Kenaikan Berat Badan

Kol goreng mengandung kalori yang jauh lebih tinggi dibandingkan kol segar. Minyak yang terserap dalam kol selama proses penggorengan menambah asupan kalori secara signifikan, yang pada akhirnya dapat memicu kenaikan berat badan jika dikonsumsi secara berlebihan. Kol goreng yang terlihat ringan dan renyah ini bisa menjadi “bom kalori” yang berkontribusi pada penambahan berat badan jika tidak dikontrol.***

Tags: KesehatanKolKol gorengMakan
Dapatkan update berita pilihan, dan artikel menarik lain setiap hari dari etnologimedia.com, klik untuk mengikuti Google News etnologimedia.com.

Terkait Berita

Sungai Sukalila Bakal Jadi Ikon Baru Wisata Kota
Ragam

Sungai Sukalila Bakal Jadi Ikon Baru Wisata Kota

29 January 2026 | 20:24
Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027, Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor 
Ragam

Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027, Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor 

29 January 2026 | 20:08
Pemerintah Kota Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional
Ragam

Pemerintah Kota Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional

28 January 2026 | 19:28
Kota Cirebon Raih Penghargaan Nasional UHC Awards 2026
Ragam

Kota Cirebon Raih Penghargaan Nasional UHC Awards 2026

28 January 2026 | 19:14
Saat Ibu Menjadi Tulang Punggung Keluarga
Opini

Ambruknya Gedung Ponpes, Cermin Buramnya Jaminan Fasilitas Pendidikan

16 October 2025 | 08:08
KBBI Hadirkan Ruang Baru Pecinta Buku di Tengah Era Digital
Ragam

KBBI Hadirkan Ruang Baru Pecinta Buku di Tengah Era Digital

09 September 2025 | 20:36
Berita berikutnya
Program Seragam Gratis Paslon Eti-Suhendrik Respon Positif Ajakan Presiden Prabowo

Program Seragam Gratis Paslon Eti-Suhendrik Respon Positif Ajakan Presiden Prabowo

Rekomendasi

“Susuhunan Sanggar Seni Ninis” Tampilkan Kolaborasi Seni Tradisi dan Kontemporer di Cirebon

“Susuhunan Sanggar Seni Ninis” Tampilkan Kolaborasi Seni Tradisi dan Kontemporer di Cirebon

14 October 2025 | 19:25
‘Cooling System’ Jelang Pemilu 2024, Wujudkan Pemilu Damai dan Kondusifitas Daerah

‘Cooling System’ Jelang Pemilu 2024, Wujudkan Pemilu Damai dan Kondusifitas Daerah

16 December 2023 | 09:57
Kasatlantas Polresta Cirebon Pimpin Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan  di Lampu Merah Pasar Sumber Kabupaten Cirebon

Kasatlantas Polresta Cirebon Pimpin Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan di Lampu Merah Pasar Sumber Kabupaten Cirebon

18 August 2021 | 12:15

BeritaTerpopuler

  • Jelang Nataru, KAI Daop 3 Cirebon Perkuat Pengamanan dan Layanan

  • Fakta Menarik: Ternyata SCOBY atau ‘Jamur’ Kombucha Bisa Dimakan

  • Dari Waduk Darma, Cirebon- Kuningan Bahas Solusi Banjir Terpadu

  • Pariwisata Jawa Barat Menggeliat, Antara Tren Gaya Hidup dan Tuntunan Syariat

  • Pemkab Cirebon dan REI Sepakati Investasi Perumahan Berbasis Mitigasi Bencana

Etnologi Media

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sosok

Layanan dan Informasi

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Copyright @ 2021 PT Digital Etnologi Solution. All rights reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks

© 2021 PT Digital Etnologi Solution - Inspirasi Generasi Terkini.