BANDUNG, (ETNOLOGIMEDIA.COM)– Perencanaan keuangan yang matang menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin dinamis. Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan adalah persiapan dana pendidikan bagi anak.
Biaya pendidikan yang terus meningkat menuntut orang tua untuk memiliki strategi finansial yang terencana agar masa depan anak tetap terjamin.
Kondisi keuangan keluarga di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal perencanaan jangka panjang. Minimnya kebiasaan menabung dan kurangnya kesadaran dalam merencanakan keuangan sering kali membuat keluarga kesulitan di masa depan.
Berangkat dari kondisi tersebut, Budi dan istrinya, Rina pasangan muda dengan dua anak, Nanda (SD) dan Fira (TK) mulai menyusun strategi keuangan keluarga mereka dengan lebih serius.
Memulai Perencanaan Keuangan Keluarga
Sebagai kepala keluarga, Budi menyadari bahwa kondisi ekonomi bisa berubah sewaktu-waktu. Untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan pendidikan terbaik tanpa terkendala biaya, mereka memutuskan untuk mulai menabung secara disiplin.
Namun, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana cara menabung yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan anak?
Dengan semakin mudahnya akses informasi, Rina mencari berbagai produk tabungan yang cocok untuk anak-anak mereka. Setelah melakukan perbandingan, mereka memilih **bjb Tandamata My First**, tabungan khusus bagi anak usia 0–17 tahun yang bertujuan membangun kebiasaan menabung sejak dini.
Manfaat bjb Tandamata My First untuk Anak
Tanpa menunda waktu, Budi dan Rina membuka rekening bjb Tandamata My First untuk kedua anak mereka. Produk tabungan ini memiliki berbagai keuntungan, seperti:
– Bebas biaya administrasi bulanan.
– Setoran awal yang ringan, mulai dari Rp 50.000.
– Setoran selanjutnya fleksibel, mulai dari Rp 10.000.
– Kartu ATM dengan nama anak, sehingga mereka semakin antusias menabung.
– Akses transaksi yang mudah melalui ATM bank bjb, ATM Bersama, dan ATM Prima.
Dengan fitur-fitur tersebut, Nanda dan Fira mulai belajar menyisihkan uang saku mereka untuk ditabung. Hal ini membantu mereka memahami bahwa uang bukan hanya untuk dibelanjakan, tetapi juga untuk dipersiapkan demi kebutuhan masa depan, termasuk biaya pendidikan.
Mempersiapkan Dana Pendidikan Jangka Panjang
Setelah merasakan manfaat dari kebiasaan menabung yang mulai terbangun dalam keluarga mereka, Budi dan Rina mulai berpikir untuk meningkatkan strategi keuangan mereka agar lebih optimal dalam jangka panjang. Setelah berdiskusi dan menimbang berbagai opsi, mereka akhirnya memilih bjb Tandamata Berjangka sebagai solusi untuk perencanaan pendidikan anak yang lebih terstruktur.
bjb Tandamata Berjangka menawarkan berbagai keunggulan, seperti:
– Autodebit dari rekening bjb Tandamata My First, sehingga menabung menjadi lebih disiplin tanpa risiko lupa.
– Setoran rutin mulai dari Rp 100.000 per bulan, dengan pilihan tenor 1 hingga 10 tahun.
– Suku bunga kompetitif berbasis saldo harian, memberikan keuntungan lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa.
– Perlindungan asuransi jiwa otomatis, dengan total maksimum pertanggungan hingga Rp 600.000.000 (sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku).
Dengan kombinasi bjb Tandamata My First dan bjb Tandamata Berjangka, keluarga Budi kini lebih siap menghadapi masa depan. Anak-anak mereka tidak hanya belajar tentang pentingnya menabung sejak dini, tetapi juga mendapatkan jaminan pendidikan yang lebih terencana.
Mulai Menabung, Wujudkan Masa Depan Cerah
Perencanaan keuangan bukan hanya tentang menabung, tetapi juga membangun kebiasaan finansial yang sehat dan berkelanjutan. Dengan persiapan dana pendidikan sejak dini, orang tua dapat memastikan bahwa anak-anak mendapatkan pendidikan terbaik tanpa harus menghadapi tekanan keuangan di masa depan.
Mulailah kebiasaan menabung sejak sekarang dengan produk bank bjb yang terpercaya. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi:
– [bjb Tandamata My First](https://bankbjb.co.id/product/bjb-tandamata-my-first)
– [bjb Tandamata Berjangka](https://bankbjb.co.id/product/bjb-tandamata-berjangka)
Dengan langkah kecil hari ini, masa depan anak-anak bisa lebih cerah dan terjamin.***










