Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sunday, 01 February 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Beranda Daerah

Warga Desak Kuwu Sampiran Mundur Usai Kasus Keracunan Massal dan Tuntut Transparansi

Penulis: Mamat Rahmat
11 April 2025 | 09:18
Reading Time: 2 mins read
Ratusan warga Sampiran, Kecamatan Talun, mendesak Kuwu (kepala desa) mundur dalam aksi unjuk rasa di halaman kantor desa setempat, Rabu (9/4/2025). /* (foto: M. Rahmat) 

Ratusan warga Sampiran, Kecamatan Talun, mendesak Kuwu (kepala desa) mundur dalam aksi unjuk rasa di halaman kantor desa setempat, Rabu (9/4/2025). /* (foto: M. Rahmat) 

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on LineShare on Telegram

CIREBON, (ETNOLOGIMEDIA.COM)- Ratusan warga Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor balai desa setempat, Rabu (9/4/2025).

Mereka menuntut agar Kuwu (Kepala Desa) Sujito, mundur dari jabatannya karena dianggap tidak memiliki empati terhadap warganya.

Baca Juga

DPRD Minta Laporan Tindak Lanjut Temuan BPK di Disdik

Polresta Cirebon Resmi Punya Wakapolresta Baru, AKBP Eko Munarianto Siap Perkuat Kamtibmas

Kawasan Sungai Sukalila Mulai Dibenahi, Wali Kota Cirebon Pantau Langsung

Khususnya saat terjadi kasus keracunan massal usai kegiatan tahlilan beberapa waktu lalu.

Koordinator aksi, Kodim, menyampaikan bahwa kekecewaan warga dipicu oleh sikap Kuwu yang dinilai lamban dan tidak tanggap.

Menurutnya, korban keracunan mencapai 138 orang, satu di antaranya meninggal dunia. Namun Kuwu baru menunjukkan kehadirannya dua hari setelah kejadian.

“Tidak ada kepedulian dari Kuwu. Dua hari setelah kejadian baru datang ke rumah duka. Telat,” ujarnya.

Kodim menambahkan, warga merasa ditinggalkan dalam menghadapi musibah tersebut.

Banyak korban yang harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama berhari-hari tanpa dukungan memadai dari pemerintah desa.

Tak hanya soal musibah, warga juga menyoroti buruknya tata kelola pemerintahan desa.

Idris, warga lainnya, menyebut selama tiga tahun terakhir tidak ada perubahan berarti di Desa Sampiran.

“Jalan rusak tak kunjung diperbaiki, bangunan mangkrak dibiarkan. Pemerintah desa seperti tidak hadir untuk warganya,” tegas Idris.

Ia juga menyoroti lemahnya transparansi dalam pengelolaan keuangan desa, mulai dari Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), hingga Pendapatan Asli Desa (PAD).

“Kami tidak tahu kemana dana itu dialokasikan. Sudah tiga tahun ini tidak ada perubahan signifikan,” katanya.

“Bahkan untuk perbaikan jalan, warga harus patungan. Padahal itu seharusnya tanggung jawab pemerintah desa,” tambahnya.

Menanggapi aksi tersebut, Kuwu Sujito menyatakan bahwa insiden keracunan tersebut adalah musibah yang tidak disengaja.

Ia juga menolak tuduhan bahwa dirinya tidak peduli.

“Kalau dianggap kurang peduli, itu di luar dugaan. Kami sudah minta maaf. Musibah itu tidak direncanakan,” katanya.

Terkait tudingan tidak adanya transparansi anggaran, Sujito menegaskan semua proses dilakukan terbuka.

Menurutnya, pembangunan fisik dan sosial dilakukan setiap tahun.

“Bantuan untuk guru ngaji, guru TK, imam masjid tetap kami salurkan sesuai kemampuan keuangan desa. Warga yang mengkritik mungkin tidak mengetahui semua program itu,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan beberapa program seperti irigasi, SPAL, dan betonisasi jalan telah berjalan.

Namun, ia memahami jika tuntutan warga dipicu oleh emosi.

“Kalau mereka menuntut saya mundur, itu karena sedang marah. Tapi semuanya ada aturannya. Saya dipilih oleh masyarakat, punya SK resmi,” tegasnya.

Aksi unjuk rasa sempat memanas hingga terjadi dorong-dorongan.

Warga memaksa masuk ke kantor desa dan menyebabkan jendela rusak.

Sekretaris Camat Talun, Agus Alamsyah, turun tangan untuk meredam situasi.

Ia berjanji akan mencarikan solusi atas permasalahan yang dihadapi warga.

“Kami hadir untuk mencari titik temu. Mohon bersabar, kami minta waktu,” katanya.***

Tags: Demo wargaDesa SampiranKabupaten CirebonKecamatan TalunKeracunan MassalTransparansi dana desa
Dapatkan update berita pilihan, dan artikel menarik lain setiap hari dari etnologimedia.com, klik untuk mengikuti Google News etnologimedia.com.

Terkait Berita

Langkah Tegas KAI, 16 Perlintasan Ilegal di Wilayah Cirebon Ditutup
Daerah

Langkah Tegas KAI, 16 Perlintasan Ilegal di Wilayah Cirebon Ditutup

30 January 2026 | 14:48
Baru 93 Tapping Box Terpasang, Ribuan Restoran Belum Terpantau
Daerah

Baru 93 Tapping Box Terpasang, Ribuan Restoran Belum Terpantau

29 January 2026 | 17:24
Kontribusi Pajak Kecil, DPRD Ingatkan Risiko Sosial Hiburan Malam
Daerah

Kontribusi Pajak Kecil, DPRD Ingatkan Risiko Sosial Hiburan Malam

28 January 2026 | 10:20
DPRD Minta Laporan Tindak Lanjut Temuan BPK di Disdik
Daerah

DPRD Minta Laporan Tindak Lanjut Temuan BPK di Disdik

27 January 2026 | 19:31
Polresta Cirebon Resmi Punya Wakapolresta Baru, AKBP Eko Munarianto Siap Perkuat Kamtibmas
Daerah

Polresta Cirebon Resmi Punya Wakapolresta Baru, AKBP Eko Munarianto Siap Perkuat Kamtibmas

27 January 2026 | 19:20
Kawasan Sungai Sukalila Mulai Dibenahi, Wali Kota Cirebon Pantau Langsung
Daerah

Kawasan Sungai Sukalila Mulai Dibenahi, Wali Kota Cirebon Pantau Langsung

27 January 2026 | 09:34
Berita berikutnya
Sinergi Religius dan Sosial, Kejari Cirebon Laksanakan “Jaksa Bakti Masjid”

Sinergi Religius dan Sosial, Kejari Cirebon Laksanakan “Jaksa Bakti Masjid”

Rekomendasi

Gapura Alun-alun Taman Pataraksa Ambruk, Begini Penjelasan Kadis LH

Gapura Alun-alun Taman Pataraksa Ambruk, Begini Penjelasan Kadis LH

03 January 2024 | 08:53
Pimpin Sertijab Kapolsek,  Kapolresta Cirebon: Bagian dari ‘Tour of Duty and Area’

Pimpin Sertijab Kapolsek, Kapolresta Cirebon: Bagian dari ‘Tour of Duty and Area’

17 September 2023 | 19:08
Program Seragam Gratis Paslon Eti-Suhendrik Respon Positif Ajakan Presiden Prabowo

Program Seragam Gratis Paslon Eti-Suhendrik Respon Positif Ajakan Presiden Prabowo

04 November 2024 | 11:04

BeritaTerpopuler

  • Jelang Nataru, KAI Daop 3 Cirebon Perkuat Pengamanan dan Layanan

  • Dari Waduk Darma, Cirebon- Kuningan Bahas Solusi Banjir Terpadu

  • Fakta Menarik: Ternyata SCOBY atau ‘Jamur’ Kombucha Bisa Dimakan

  • Pariwisata Jawa Barat Menggeliat, Antara Tren Gaya Hidup dan Tuntunan Syariat

  • Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Bisa Dipesan Mulai H-45

Etnologi Media

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sosok

Layanan dan Informasi

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Copyright @ 2021 PT Digital Etnologi Solution. All rights reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks

© 2021 PT Digital Etnologi Solution - Inspirasi Generasi Terkini.