Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Saturday, 31 January 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Beranda Daerah

Jalan Poros Antar Desa Rusak Parah, Warga Blokir Akses dan Desak Perbaikan

Penulis: Mamat Rahmat
08 July 2025 | 11:18
Reading Time: 2 mins read
Warga Japura Kidul melakukan penutupan akses jalan dan aksi teatrikal mandi lumpur sebagai protes menuntut perbaikan, Selasa (8/7/2025)./* (foto: M. Rahmat) 

Warga Japura Kidul melakukan penutupan akses jalan dan aksi teatrikal mandi lumpur sebagai protes menuntut perbaikan, Selasa (8/7/2025)./* (foto: M. Rahmat) 

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on LineShare on Telegram

CIREBON, (ETNOLOGIMEDIA)- Warga Desa Japura Kidul, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, melakukan penutupan akses jalan di wilayahnya, Selasa (8/7/2025).

Tak hanya itu, mereka juga melakukan aksi teatrikal mandi lumpur di tengah kubangan jalan rusak.

Baca Juga

DPRD Minta Laporan Tindak Lanjut Temuan BPK di Disdik

Polresta Cirebon Resmi Punya Wakapolresta Baru, AKBP Eko Munarianto Siap Perkuat Kamtibmas

Kawasan Sungai Sukalila Mulai Dibenahi, Wali Kota Cirebon Pantau Langsung

Hal itu sebagai bentuk protes terhadap kerusakan jalan yang telah berlangsung lebih dari dua dekade tanpa penanganan serius dari pemerintah.

Aksi ini berlangsung menjadi simbol keputusasaan warga atas kerusakan jalan poros kabupaten sepanjang 500 meter yang menghubungkan Desa Japura Kidul dengan Desa Japura Lor dan Desa Beringin.

Jalan ini juga menjadi akses vital bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, ibadah, hingga layanan kesehatan masyarakat sekitar.

“Sudah banyak korban jatuh, terutama saat subuh. Paling tidak sudah sembilan orang. Mereka biasanya berangkat ke pasar atau ke masjid,” ujar Ahmad Yunus, salah seorang warga.

Menurut Ahmad, jalan tersebut berlumpur, licin, dan membahayakan, terutama saat musim hujan.

Lapisan tanah merah dan genangan air membuat kendaraan mudah tergelincir.

Warga menyebut kerusakan jalan telah berlangsung selama lebih dari 20 tahun tanpa ada perbaikan yang berarti.

Meski kerap dijanjikan, namun hingga kini belum ada langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Cirebon.

“Kalau dihitung-hitung, jalan ini rusak sudah sekitar 20 tahun. Enggak pernah ada perbaikan serius. Ini akses penting warga, tapi seperti tidak dianggap,” tegas Ahmad.

Kepala Desa Japura Kidul, Heriyanto, mengaku sudah berulang kali mengajukan laporan dan proposal kepada pemerintah kabupaten.

Bahkan, pihak desa sempat melakukan penimbunan jalan secara swadaya bersama warga untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Namun, karena jalan tersebut berstatus jalan kabupaten, maka pemerintah desa tidak memiliki kewenangan anggaran untuk melakukan perbaikan menyeluruh.

“Kami tidak bisa pakai dana desa untuk memperbaiki jalan kabupaten. Itu melanggar aturan. Kalau boleh, saya yakin satu tahun jalan ini bisa selesai dibangun,” kata Heriyanto.

Ia menambahkan bahwa kondisi ini menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Banyak warga yang menyalahkan pemerintah desa, padahal kewenangan sepenuhnya ada di pemerintah kabupaten.

Penutupan jalan dan aksi mandi lumpur yang dilakukan warga bukan bentuk permusuhan terhadap pemerintah.

Melainkan alarm sosial agar pemerintah segera bertindak sebelum jatuh korban lebih banyak.

“Warga lelah dijanjikan. Kalau terus tidak ditanggapi, bukan tidak mungkin aksi akan terus berlanjut. Jangan tunggu ada korban jiwa,” ujar Heriyanto.

Kasus ini menambah panjang daftar kerusakan infrastruktur di Kabupaten Cirebon yang tak kunjung tertangani. Jalan sepanjang hanya 500 meter yang dibiarkan rusak selama 20 tahun menjadi ironi dalam pembangunan daerah.

Warga kini hanya bisa berharap, sembari terus menambal jalan secara manual dengan batu dan pasir agar bisa dilewati.

“Kami tidak minta banyak. Harapan kami cuma satu, perbaikan jalan ini bisa segera direalisasikan,” pungkas Heriyanto.***

Tags: AstanajapuraJalan rusakjapura kidulKabupaten Cirebon
Dapatkan update berita pilihan, dan artikel menarik lain setiap hari dari etnologimedia.com, klik untuk mengikuti Google News etnologimedia.com.

Terkait Berita

Langkah Tegas KAI, 16 Perlintasan Ilegal di Wilayah Cirebon Ditutup
Daerah

Langkah Tegas KAI, 16 Perlintasan Ilegal di Wilayah Cirebon Ditutup

30 January 2026 | 14:48
Baru 93 Tapping Box Terpasang, Ribuan Restoran Belum Terpantau
Daerah

Baru 93 Tapping Box Terpasang, Ribuan Restoran Belum Terpantau

29 January 2026 | 17:24
Kontribusi Pajak Kecil, DPRD Ingatkan Risiko Sosial Hiburan Malam
Daerah

Kontribusi Pajak Kecil, DPRD Ingatkan Risiko Sosial Hiburan Malam

28 January 2026 | 10:20
DPRD Minta Laporan Tindak Lanjut Temuan BPK di Disdik
Daerah

DPRD Minta Laporan Tindak Lanjut Temuan BPK di Disdik

27 January 2026 | 19:31
Polresta Cirebon Resmi Punya Wakapolresta Baru, AKBP Eko Munarianto Siap Perkuat Kamtibmas
Daerah

Polresta Cirebon Resmi Punya Wakapolresta Baru, AKBP Eko Munarianto Siap Perkuat Kamtibmas

27 January 2026 | 19:20
Kawasan Sungai Sukalila Mulai Dibenahi, Wali Kota Cirebon Pantau Langsung
Daerah

Kawasan Sungai Sukalila Mulai Dibenahi, Wali Kota Cirebon Pantau Langsung

27 January 2026 | 09:34
Berita berikutnya
Kejuaraam Karate Pelajar Digelar, Wabup: Sportivitas dan Karakter Lebih Utama

Kejuaraam Karate Pelajar Digelar, Wabup: Sportivitas dan Karakter Lebih Utama

Rekomendasi

Sinergi Forkopimda, Buruh, dan Pengusaha Jadi Kunci Stabilitas Ekonomi Cirebon

Sinergi Forkopimda, Buruh, dan Pengusaha Jadi Kunci Stabilitas Ekonomi Cirebon

02 November 2025 | 18:08
Jangan Salah! Bahan-Bahan yang Harus Kamu Hindari dalam Smoothies

Jangan Salah! Bahan-Bahan yang Harus Kamu Hindari dalam Smoothies

30 August 2024 | 13:20
Pesantren Se-Jabar Dorong Pemerintah Revisi PP Tapera,  BM Bahas Program Opsional Sesuai Fikih

Pesantren Se-Jabar Dorong Pemerintah Revisi PP Tapera, BM Bahas Program Opsional Sesuai Fikih

25 July 2024 | 13:22

BeritaTerpopuler

  • Jelang Nataru, KAI Daop 3 Cirebon Perkuat Pengamanan dan Layanan

  • Dari Waduk Darma, Cirebon- Kuningan Bahas Solusi Banjir Terpadu

  • Fakta Menarik: Ternyata SCOBY atau ‘Jamur’ Kombucha Bisa Dimakan

  • Pariwisata Jawa Barat Menggeliat, Antara Tren Gaya Hidup dan Tuntunan Syariat

  • Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Bisa Dipesan Mulai H-45

Etnologi Media

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sosok

Layanan dan Informasi

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Copyright @ 2021 PT Digital Etnologi Solution. All rights reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks

© 2021 PT Digital Etnologi Solution - Inspirasi Generasi Terkini.