Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Monday, 02 February 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Beranda Daerah

Cirebon jadi Percontohan, Budiman Sudjatmiko: Saatnya Petani Jadi Subyek, Bukan Korban Pasar

Penulis: Mamat Rahmat
11 October 2025 | 19:27
Reading Time: 2 mins read
BP TASKIN meluncurkan program “Tanam Sekali, Panen Empat Kali” di Kabupaten Cirebon di Kelurahan Pasalakan, Kecamatan Sumber, Sabtu (11/10/2025)./* (foto: M. Rahmat) 

BP TASKIN meluncurkan program “Tanam Sekali, Panen Empat Kali” di Kabupaten Cirebon di Kelurahan Pasalakan, Kecamatan Sumber, Sabtu (11/10/2025)./* (foto: M. Rahmat) 

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on LineShare on Telegram

CIREBON, (ETNOLOGIMEDIA)– Upaya pemerintah mempercepat pengentasan kemiskinan melalui sektor pertanian memasuki babak baru.

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Republik Indonesia, Budiman Sudjatmiko, secara resmi meluncurkan program inovatif berbasis digital bertajuk “Tanam Sekali, Panen Empat Kali” di Kabupaten Cirebon, Sabtu (11/10/2025).

Baca Juga

DPRD Minta Laporan Tindak Lanjut Temuan BPK di Disdik

Polresta Cirebon Resmi Punya Wakapolresta Baru, AKBP Eko Munarianto Siap Perkuat Kamtibmas

Kawasan Sungai Sukalila Mulai Dibenahi, Wali Kota Cirebon Pantau Langsung

Peluncuran yang berlangsung di Kelurahan Pasalakan, Kecamatan Sumber, ini menandai langkah konkret integrasi pertanian tradisional.

Dengan tujuan menuju industrialisasi pertanian digital berbasis kelembagaan Koperasi Multi Pihak (KMP Taskin). Program ini memadukan petani, penggilingan padi, gudang logistik, pedagang sembako, dan konsumen dalam satu ekosistem ekonomi digital yang saling terhubung.

“Petani kita makin rajin dan produktif, tapi bisa makin miskin karena semua panen di waktu yang sama dan harga jatuh. Melalui KMP Taskin, kita ubah cara kerja pertanian agar petani jadi subyek, bukan korban pasar,” ujar Budiman Sudjatmiko dalam sambutannya.

Budiman menjelaskan, akar kemiskinan di sektor pertanian selama ini adalah ketidakterhubungan antar pelaku rantai pasok.

Sehingga petani tidak nyambung dengan penggilingan, penggilingan tidak terkoneksi dengan gudang, sementara konsumen berjalan sendiri-sendiri.

Untuk mengatasi masalah itu, BP Taskin mengembangkan dua aplikasi digital utama.yakni Tandur.id, yang berfungsi mengatur jadwal tanam dan panen agar produksi tidak menumpuk, dan Asupan.id. Dimana yang mencatat hasil panen serta membagi keuntungan secara proporsional berdasarkan data produktivitas.

“Dengan sistem ini, uang tidak keluar dari lingkaran pelaku. Nilai tambah tetap dinikmati petani dan masyarakat kecil. Teknologi memastikan efisiensi sekaligus keadilan ekonomi,” katanya.

Kabupaten Cirebon dipilih sebagai lokasi pertama penerapan model industrialisasi pertanian digital.

Karena dinilai memiliki komitmen kuat dalam pengentasan kemiskinan dan potensi lahan yang besar.

Program ini melibatkan lebih dari 500 petani miskin ekstrem yang menggarap 26 hektare lahan pertanian di Kecamatan Sumber.

Ia menjelaskan, BP Taskin menargetkan hingga akhir 2025, program ini bisa meluas mencakup 7.000 hektare lahan.

Dengan 272.225 petani dan buruh tani, 377 penggilingan beras, 470 gudang, 8.260 pedagang sembako.

Serta 90.437 keluarga konsumen yang terhubung dalam ekosistem digital KMP Taskin.

Selain Cirebon, program ini akan diperluas ke Indramayu, Kuningan, Brebes, dan Kota Cirebon.

Dimana yang telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan BP Taskin untuk membangun aglomerasi pengentasan kemiskinan berbasis pertanian digital.

Pemkab Cirebon Siap Dukung

Bupati Cirebon, Imron mengapresiasi peluncuran program tersebut dan menyebutnya sebagai “harapan baru bagi petani Cirebon.

“Kami berterima kasih kepada Pak Budiman dan BP Taskin. Program ini memberi semangat baru bagi petani kami untuk lebih produktif dan sejahtera? Namun, pendampingan tetap perlu agar petani memahami metode baru ini dengan baik,” ujar Imron.

Imron menegaskan, Pemkab Cirebon berkomitmen penuh mendukung industrialisasi pertanian digital sebagai langkah nyata menekan angka kemiskinan ekstrem.

“Kami siap mengawal agar program ini benar-benar berdampak pada kesejahteraan petani di desa-desa,” tegasnya.

Program “Tanam Sekali, Panen Empat Kali” diharapkan menjadi model nasional pengentasan kemiskinan berbasis inovasi teknologi dan kolaborasi lintas sektor.

BP Taskin menargetkan pengembangan program serupa di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada tahun berikutnya.***

Tags: BP TaskinBudiman SudjatmikoDigitalisasiKoperasi Merah PutihModernPetani
Dapatkan update berita pilihan, dan artikel menarik lain setiap hari dari etnologimedia.com, klik untuk mengikuti Google News etnologimedia.com.

Terkait Berita

Langkah Tegas KAI, 16 Perlintasan Ilegal di Wilayah Cirebon Ditutup
Daerah

Langkah Tegas KAI, 16 Perlintasan Ilegal di Wilayah Cirebon Ditutup

30 January 2026 | 14:48
Baru 93 Tapping Box Terpasang, Ribuan Restoran Belum Terpantau
Daerah

Baru 93 Tapping Box Terpasang, Ribuan Restoran Belum Terpantau

29 January 2026 | 17:24
Kontribusi Pajak Kecil, DPRD Ingatkan Risiko Sosial Hiburan Malam
Daerah

Kontribusi Pajak Kecil, DPRD Ingatkan Risiko Sosial Hiburan Malam

28 January 2026 | 10:20
DPRD Minta Laporan Tindak Lanjut Temuan BPK di Disdik
Daerah

DPRD Minta Laporan Tindak Lanjut Temuan BPK di Disdik

27 January 2026 | 19:31
Polresta Cirebon Resmi Punya Wakapolresta Baru, AKBP Eko Munarianto Siap Perkuat Kamtibmas
Daerah

Polresta Cirebon Resmi Punya Wakapolresta Baru, AKBP Eko Munarianto Siap Perkuat Kamtibmas

27 January 2026 | 19:20
Kawasan Sungai Sukalila Mulai Dibenahi, Wali Kota Cirebon Pantau Langsung
Daerah

Kawasan Sungai Sukalila Mulai Dibenahi, Wali Kota Cirebon Pantau Langsung

27 January 2026 | 09:34
Berita berikutnya
400 Atlet Berlaga di Piala Kajari, Momentum Kebangkitan Olahraga di Ciayumajakuning

400 Atlet Berlaga di Piala Kajari, Momentum Kebangkitan Olahraga di Ciayumajakuning

Rekomendasi

Bahtsul Masail Akbar Se-Jawa Madura, Hasilnya Usia Ideal Pemimpin 40 Tahun

Bahtsul Masail Akbar Se-Jawa Madura, Hasilnya Usia Ideal Pemimpin 40 Tahun

19 January 2024 | 19:30
Optimistis Menang di Kabupaten Cirebon, Tokoh dan Kader Golkar Berkolaborasi

Optimistis Menang di Kabupaten Cirebon, Tokoh dan Kader Golkar Berkolaborasi

23 January 2024 | 12:28
BGN : UMKM Punya Peran Krusial dalam Mendukung Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis

BGN : UMKM Punya Peran Krusial dalam Mendukung Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis

27 September 2025 | 19:10

BeritaTerpopuler

  • Jelang Nataru, KAI Daop 3 Cirebon Perkuat Pengamanan dan Layanan

  • Fakta Menarik: Ternyata SCOBY atau ‘Jamur’ Kombucha Bisa Dimakan

  • Pariwisata Jawa Barat Menggeliat, Antara Tren Gaya Hidup dan Tuntunan Syariat

  • Dari Fikih hingga Medis, Seminar Haul ke-95 KH Muhammad Sa’id Kupas Tuntas Edukasi Haid untuk Perempuan

  • Dari Waduk Darma, Cirebon- Kuningan Bahas Solusi Banjir Terpadu

Etnologi Media

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sosok

Layanan dan Informasi

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Copyright @ 2021 PT Digital Etnologi Solution. All rights reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks

© 2021 PT Digital Etnologi Solution - Inspirasi Generasi Terkini.