Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sunday, 01 February 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Beranda Daerah

Selly Andriany Gantina: Dana Haji Rp171 Triliun Harus Dikelola Transparan dan Akuntabel

Penulis: Mamat Rahmat
16 October 2025 | 18:56
Reading Time: 2 mins read
DPR RI dan BPKH menggelar Diskusi Publik Forum Keuangan Haji di salah satu hotel Kota Cirebon, Kamis (16/10/2025)./* (foto: M. Rahmat) 

DPR RI dan BPKH menggelar Diskusi Publik Forum Keuangan Haji di salah satu hotel Kota Cirebon, Kamis (16/10/2025)./* (foto: M. Rahmat) 

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on LineShare on Telegram

CIREBON, (ETNOLOGIMEDIA)- Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Selly Andriany Gantina, menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana haji nasional yang kini mencapai Rp171 triliun.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan “Forum Keuangan Haji” yang digelar bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di salah satu hotel Kota Cirebon, Kamis (16/10/2025).

Baca Juga

DPRD Minta Laporan Tindak Lanjut Temuan BPK di Disdik

Polresta Cirebon Resmi Punya Wakapolresta Baru, AKBP Eko Munarianto Siap Perkuat Kamtibmas

Kawasan Sungai Sukalila Mulai Dibenahi, Wali Kota Cirebon Pantau Langsung

Dengan mengusung tema “Forum Keuangan Haji, Membangun Kepercayaan, Menguatkan Transparansi,” kegiatan ini dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari wartawan, akademisi, serta para Pendamping Keluarga Harapan (PKH) dari wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon.

Dalam forum tersebut, DPR RI dan BPKH berkomitmen membuka ruang dialog publik agar masyarakat memahami arah pengelolaan keuangan haji dan potensi manfaatnya bagi jamaah.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa dana haji dikelola secara transparan, akuntabel, dan berbasis prinsip syariah. BPKH terus berupaya agar nilai manfaat dari pengelolaan dana ini benar-benar dirasakan oleh jamaah,” ujar Selly.

Politisi asal daerah pemilihan (Dapil) Cirebon-Indramayu ini menjelaskan, pengelolaan dana haji diatur dalam *Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 yang menekankan prinsip prudent management (pengelolaan secara hati-hati).

Dana tersebut ditempatkan pada instrumen keuangan syariah seperti deposito, sukuk, dan investasi halal lainnya.

Menurut Selly, transparansi BPKH menjadi kunci menjaga kepercayaan publik.

“Masyarakat berhak tahu ke mana dana itu dikelola dan bagaimana manfaatnya kembali kepada jamaah. Termasuk dalam bentuk subsidi BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji),”tambahnya.

Selly juga menyoroti kebijakan baru Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi yang menyesuaikan kuota haji berdasarkan lama daftar tunggu (waiting list) di tiap provinsi.

Kebijakan ini berdampak pada pengurangan kuota di beberapa daerah, termasuk Jawa Barat.

“Dampaknya, Jawa Barat kehilangan sekitar 9.000 kuota jamaah haji. Tapi secara prinsip keadilan nasional, sistem ini membuat masa tunggu di seluruh provinsi menjadi setara, sekitar 26 tahun,” jelasnya.

Selly menambahkan, kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi yang dilakukan BPKP dan KPK, yang sebelumnya menilai adanya ketimpangan distribusi kuota antarprovinsi.

Ia berharap, sistem baru ini menciptakan tata kelola yang lebih adil, terbuka, dan efisien.

Di sisi lain, Selly mengungkapkan bahwa pembahasan BPIH tahun 2026 akan dimulai pekan depan di DPR RI, meskipun masa reses masih berlangsung.

“Kami akan segera membahas bersama pemerintah agar proses pelunasan biaya haji tidak tertunda,” ujarnya.

Ia menuturkan, beberapa komponen biaya seperti akomodasi, transportasi udara, dan konsumsi berpotensi mengalami penurunan.

Menurut informasi dari Kementerian Haji dan Umrah, terdapat pengurangan biaya mashair (akomodasi Arafah-Mina) sekitar 200 riyal, yang diharapkan dapat menekan total BPIH 2026.

Sementara itu, Staf Ahli Evaluasi Kebijakan BPKH, Zulhendra, menegaskan bahwa seluruh keuntungan hasil investasi dana haji dikembalikan untuk kepentingan jamaah.

“Hasil pengelolaan dana haji tahun 2024 mencapai Rp11 triliun dan tahun 2025 diproyeksikan mencapai Rp12 triliun. Pembagian manfaatnya akan dibahas bersama Komisi VIII DPR RI, termasuk proporsinya untuk subsidi BPIH, biaya operasional, dan saldo virtual account jamaah,” jelasnya.

Zulhendra menambahkan, BPKH berperan menjaga dana jamaah tetap aman sekaligus produktif.

“Kami tidak hanya menyimpan uang, tetapi juga memastikan dana itu memberikan nilai manfaat secara berkelanjutan dengan prinsip syariah dan kehati-hatian,” tandasnya.***

Tags: BPIHBPKHDPR RIHajiKeuangan HajiSelly Andriany Gantina
Dapatkan update berita pilihan, dan artikel menarik lain setiap hari dari etnologimedia.com, klik untuk mengikuti Google News etnologimedia.com.

Terkait Berita

Langkah Tegas KAI, 16 Perlintasan Ilegal di Wilayah Cirebon Ditutup
Daerah

Langkah Tegas KAI, 16 Perlintasan Ilegal di Wilayah Cirebon Ditutup

30 January 2026 | 14:48
Baru 93 Tapping Box Terpasang, Ribuan Restoran Belum Terpantau
Daerah

Baru 93 Tapping Box Terpasang, Ribuan Restoran Belum Terpantau

29 January 2026 | 17:24
Kontribusi Pajak Kecil, DPRD Ingatkan Risiko Sosial Hiburan Malam
Daerah

Kontribusi Pajak Kecil, DPRD Ingatkan Risiko Sosial Hiburan Malam

28 January 2026 | 10:20
DPRD Minta Laporan Tindak Lanjut Temuan BPK di Disdik
Daerah

DPRD Minta Laporan Tindak Lanjut Temuan BPK di Disdik

27 January 2026 | 19:31
Polresta Cirebon Resmi Punya Wakapolresta Baru, AKBP Eko Munarianto Siap Perkuat Kamtibmas
Daerah

Polresta Cirebon Resmi Punya Wakapolresta Baru, AKBP Eko Munarianto Siap Perkuat Kamtibmas

27 January 2026 | 19:20
Kawasan Sungai Sukalila Mulai Dibenahi, Wali Kota Cirebon Pantau Langsung
Daerah

Kawasan Sungai Sukalila Mulai Dibenahi, Wali Kota Cirebon Pantau Langsung

27 January 2026 | 09:34
Berita berikutnya
Polresta Cirebon Turun ke Sekolah, Dorong Pelajar Jadi Agen Keamanan Sosial

Polresta Cirebon Turun ke Sekolah, Dorong Pelajar Jadi Agen Keamanan Sosial

Rekomendasi

Masyarakat Kabupaten Cirebon Harus Memiliki Budaya Gemar Membaca

Masyarakat Kabupaten Cirebon Harus Memiliki Budaya Gemar Membaca

01 July 2021 | 19:46
Cirebon dan Tiongkok, Menggali Ulang Sejarah Dagang Lewat Museum Maritim

Cirebon dan Tiongkok, Menggali Ulang Sejarah Dagang Lewat Museum Maritim

14 May 2025 | 22:57
Ketahui Waktu Maksimal Mengisi Daya Ponsel untuk Menghindari Kerusakan

Ketahui Waktu Maksimal Mengisi Daya Ponsel untuk Menghindari Kerusakan

24 August 2024 | 12:45

BeritaTerpopuler

  • Jelang Nataru, KAI Daop 3 Cirebon Perkuat Pengamanan dan Layanan

  • Dari Waduk Darma, Cirebon- Kuningan Bahas Solusi Banjir Terpadu

  • Fakta Menarik: Ternyata SCOBY atau ‘Jamur’ Kombucha Bisa Dimakan

  • Pariwisata Jawa Barat Menggeliat, Antara Tren Gaya Hidup dan Tuntunan Syariat

  • Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Bisa Dipesan Mulai H-45

Etnologi Media

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sosok

Layanan dan Informasi

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Copyright @ 2021 PT Digital Etnologi Solution. All rights reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks

© 2021 PT Digital Etnologi Solution - Inspirasi Generasi Terkini.