Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Saturday, 31 January 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Beranda Pendidikan

Sosialisasikan Bahaya Pernikahan Dini, Prodi DIII Gizi Poltekes Tasikmalaya Wilayah Cirebon Gelar Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat

Penulis: Adhijaya Prasetyo
16 October 2025 | 13:27
Reading Time: 2 mins read
PROGRAM Studi DIII Gizi Cirebon, Politeknik Kesehatan Tasikmalaya mengelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa edukasi kesehatan reproduksi tentang bahaya pernikahan dini yang digelar di SMAN 8 Kota Cirebon, 13 Agustus 2025 lalu.* Foto: Istimewa

PROGRAM Studi DIII Gizi Cirebon, Politeknik Kesehatan Tasikmalaya mengelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa edukasi kesehatan reproduksi tentang bahaya pernikahan dini yang digelar di SMAN 8 Kota Cirebon, 13 Agustus 2025 lalu.* Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on LineShare on Telegram

CIREBON, (ETNOLOGIMEDIA.COM).- Program Studi DIII Gizi Cirebon, Politeknik Kesehatan Tasikmalaya mengelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa edukasi kesehatan reproduksi tentang bahaya pernikahan dini.

Dalam rilis yang diterima redaksi, kegiatan yang digelar di SMAN 8 Kota Cirebon pada 13 Agustus 2025 lalu, melibatkan guru BK, guru PMR dan guru mata pelajaran biologi serta 44 siswa siswi SMAN 8 Kota Cirebon.

Baca Juga

186 Formasi Kepsek Kosong, Disdik Lakukan Seleksi 159 Cakep SD

UMMADA Cirebon Gelar Yudisium, Cetak Lulusan Siap Mengabdi di Dunia Kesehatan dan Rumah Sakit

Program Studi DIII Gizi Cirebon Politeknik Kesehatan Tasikmalaya Lakukan Penelitian terkait Gizi dan Kesehatan Reproduksi

Foto: Istimewa

Sesudah kegiatan pengabdian masyarakat ini terdapat peningkatan baik pengetahuan maupun sikap pada siswa/siswi terhadap adanya bahaya dari suatu pernikahan dini.

Menurut Ketua Pelaksana kegiatan tersebut, Diyah Sri Yuhandini, S.SiT, SKM, MPd, dirinya datang bersama dengan timnya untuk memberikan sosialisasi tentang edukasi kesehatan reproduksi tentang bahaya pernikahan dini.

“Tim kami melakukan pengabdian kepada masyarakat ini agar generasi muda kita lebih paham soal kesehatan reproduksi tentang bahaya pernikahan dini. Alhamdulillah respon puluhan peserta sangat bagus dan mereka antusias mengikutinya,” ujarnya.

Diyah menambahkan, pihaknya ingin berperan serta untuk membantu program pemerintah dalam menurunkan angka kejadian pernikahan dini pada anak khususnya di Kota Cirebon melalui pengabdian kepada masyarakat.

Foto: Istimewa

Sementara itu, Guru BK SMAN 8 Kota Cirebon, Yeti Nurhayati S.Pd., mengaku, sosialiasi ini memberikan banyak wawasan yang lebih baginya, bagi guru dan pembina PMR.

“Materi yang disampaikan, khususnya mengenai bahaya pernikahan dini, kesehatan reproduksi, dan peran pendidik sebaya, sangat relevan dengan kondisi siswa saat ini. Harapan besar saya, melalui sosialisasi seperti ini, kasus pernikahan dini di kalangan remaja terutama di lingkungan sekolah ini dapat berkurang, sehingga mereka dapat lebih fokus menuntut ilmu, mengembangkan diri, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

Dalam sosialisasi tersebut, usia ideal untuk melakukan perkawinan versi BKKBN adalah minimal 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki.

Batasan usia ini dianggap sudah siap, baik dipandang dari sisi kesehatan maupun perkembangan emosional untuk menghadapi kehidupan berkeluarga. Namun, pada kenyataannya masih ada masyarakat yang melakukan pernikahan pada usia dini di bawah 21 tahun khususnya perempuan.

Dampak perkawinan/pernikahan dini menurut Direktorat Bina Ketahanan Remaja, salah satunya adalah dampak kesehatan yaitu memiliki kecenderungan yang tinggi untuk melahirkan anak yang stunting, dimana makin muda usia ibu saat melahirkan, makin besar kemungkinannya untuk melahirkan anak yang stunting.

Selain itu, kegiatan tersebut juga menjelaskan bahwa masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Seiring dengan perubahan fisik dimulai juga proses perkembangan psikologisnya. Remaja secara kematangan organ reproduksi sebagian sudah bisa berfungsi dan bereproduksi. Namun, secara sosial, mental dan emosi mereka belum dewasa. Mereka akan banyak mengalami masalah apabila pendidikan dan pengarahan seksualitas dan reproduksi mereka terabaikan.

Kurangnya pengetahuan remaja mengenai pernikahan dini memberikan risiko 2,3 kali lebih besar untuk melakukan pernikahan pada usia di bawah 20 tahun, dibandingkan remaja yang memiliki pengetahuan baik.

Berbagai upaya pembinaan ketahanan remaja yang dikembangkan dalam rangka meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku positif remaja tentang kesehatan reproduksi serta penyiapan kehidupan berkeluarga.

Pembinaan ketahanan remaja dilaksanakan melalui pendekatan langsung kepada remaja. Promosi kesehatan merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menyampaikan informasi kesehatan kepada remaja, sehingga meningkatkan pengetahuan yang akhirnya diharapkan dapat merubah sikap dan perilakunya ke arah positif atau mendukung terhadap kesehatan.(Rilis)

Tags: Pengabdian kepada MasyarakatPernikahan DiniPKMPoltekes TasikmalayaProdi DIII GiziProdi DIII Gizi Politeknik Kesehatan Tasikmalaya Wilayah Cirebon
Dapatkan update berita pilihan, dan artikel menarik lain setiap hari dari etnologimedia.com, klik untuk mengikuti Google News etnologimedia.com.

Terkait Berita

Beri Bantuan Perlengkapan Sekolah di SMPN 12, Danyon Arhanud 14/PWY: Wujud Kepedulian terhadap Dunia Pendidikan
Pendidikan

Beri Bantuan Perlengkapan Sekolah di SMPN 12, Danyon Arhanud 14/PWY: Wujud Kepedulian terhadap Dunia Pendidikan

15 January 2026 | 19:57
SD CIS Full Day Kota Cirebon Raih Adiwiyata Nasional 2025
Pendidikan

SD CIS Full Day Kota Cirebon Raih Adiwiyata Nasional 2025

15 December 2025 | 16:05
Dosen FISIP UGJ Gelar PKM: Dari Antihoaks hingga Digitalisasi UMKM
Daerah

Dosen FISIP UGJ Gelar PKM: Dari Antihoaks hingga Digitalisasi UMKM

04 December 2025 | 13:09
186 Formasi Kepsek Kosong, Disdik Lakukan Seleksi 159 Cakep SD
Daerah

186 Formasi Kepsek Kosong, Disdik Lakukan Seleksi 159 Cakep SD

25 November 2025 | 13:22
UMMADA Cirebon Gelar Yudisium, Cetak Lulusan Siap Mengabdi di Dunia Kesehatan dan Rumah Sakit
Pendidikan

UMMADA Cirebon Gelar Yudisium, Cetak Lulusan Siap Mengabdi di Dunia Kesehatan dan Rumah Sakit

24 October 2025 | 19:52
Program Studi DIII Gizi Cirebon Politeknik Kesehatan Tasikmalaya Lakukan Penelitian terkait Gizi dan Kesehatan Reproduksi
Pendidikan

Program Studi DIII Gizi Cirebon Politeknik Kesehatan Tasikmalaya Lakukan Penelitian terkait Gizi dan Kesehatan Reproduksi

24 October 2025 | 16:33
Berita berikutnya
Selly Andriany Gantina: Dana Haji Rp171 Triliun Harus Dikelola Transparan dan Akuntabel

Selly Andriany Gantina: Dana Haji Rp171 Triliun Harus Dikelola Transparan dan Akuntabel

Rekomendasi

Tim Pemenangan Luthfi-Dia Ramayana Perkuat Basis Dukungan Hingga Tingkat Desa

Tim Pemenangan Luthfi-Dia Ramayana Perkuat Basis Dukungan Hingga Tingkat Desa

29 October 2024 | 16:38
Wajib Tahu, Ini Buah-Buahan yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Kulkas

Wajib Tahu, Ini Buah-Buahan yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Kulkas

27 August 2024 | 09:58
Kapolres Cirebon Kota Pimpin Sertijab Kapolsek Seltim

Kapolres Cirebon Kota Pimpin Sertijab Kapolsek Seltim

19 February 2024 | 19:15

BeritaTerpopuler

  • Jelang Nataru, KAI Daop 3 Cirebon Perkuat Pengamanan dan Layanan

  • Dari Waduk Darma, Cirebon- Kuningan Bahas Solusi Banjir Terpadu

  • Fakta Menarik: Ternyata SCOBY atau ‘Jamur’ Kombucha Bisa Dimakan

  • Pariwisata Jawa Barat Menggeliat, Antara Tren Gaya Hidup dan Tuntunan Syariat

  • Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Bisa Dipesan Mulai H-45

Etnologi Media

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sosok

Layanan dan Informasi

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Copyright @ 2021 PT Digital Etnologi Solution. All rights reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks

© 2021 PT Digital Etnologi Solution - Inspirasi Generasi Terkini.