CIREBON, (ETNOLOGIMEDIA)- Pemerintah Kabupaten Cirebon terus menunjukkan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dan penanggulangan perubahan iklim.
Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui kegiatan “Kolaborasi Akademisi dan Komunitas Karbon” yang digelar oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Nurjati Cirebon atau UIN Syber di Kantor Kecamatan Astanajapura, Selasa (4/11/2025).
Kegiatan ini menjadi ruang sinergi antara akademisi, komunitas lingkungan, dan masyarakat untuk memperkuat kesadaran publik terhadap pengelolaan karbon dan adaptasi perubahan iklim di tingkat lokal.
Dengan mengusung semangat “Dari Kampus untuk Bumi,” forum ini membahas strategi kolaboratif dalam menghadapi krisis iklim. Terutama di wilayah pesisir dan pertanian yang rentan terdampak.
Bupati Cirebon, Imron, yang hadir dalam acara tersebut, menegaskan bahwa perubahan iklim bukan lagi isu global yang jauh, melainkan tantangan nyata yang kini dihadapi masyarakat Cirebon.
“Kita sudah melihat dampaknya langsung. Gagal panen di lahan pertanian, banjir rob di wilayah pesisir, hingga cuaca ekstrem yang tak menentu. Karena itu, kolaborasi semua pihak sangat dibutuhkan,” ujar Imron dalam sambutannya.
Ia mengapresiasi inisiatif UIN Syber yang menggandeng komunitas lingkungan dan masyarakat dalam memperkuat kesadaran karbon.
Menurutnya, kolaborasi semacam ini harus menjadi gerakan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Saya ingin gerakan hijau ini tidak berhenti di seminar. Harus berlanjut menjadi aksi nyata: menanam pohon, mengelola sampah, mengurangi emisi, dan menjaga bumi agar tetap layak bagi anak cucu kita,” tegasnya.
Rektor UIN Syber Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, menyampaikan bahwa kampus memiliki peran strategis dalam memperkuat carbon literacy atau literasi karbon.
Terutama memberikan pemahaman tentang bagaimana setiap individu dapat berkontribusi mengurangi jejak karbon di kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin kampus tidak hanya menjadi pusat ilmu, tapi juga motor penggerak perubahan sosial. Melalui kolaborasi ini, kami ingin masyarakat Cirebon menjadi pionir dalam pengelolaan karbon di tingkat daerah,” kata Aan.
Selain menghadirkan akademisi dan komunitas lingkungan, diskusi juga menyoroti pentingnya inovasi hijau di sektor lokal, pengelolaan limbah.
Serta peran generasi muda dalam menanamkan budaya ramah lingkungan di masyarakat.
Upaya kolaboratif antara Pemkab Cirebon dan UIN Syber ini menjadi bagian dari visi jangka panjang “Cirebon Green District”, sebuah inisiatif untuk menjadikan Cirebon sebagai kabupaten hijau, berketahanan iklim, dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut diakhiri dengan pesan reflektif dari Bupati Imron yang kembali mengingatkan pentingnya tanggung jawab lintas generasi terhadap alam.
“Kita tidak mewarisi bumi dari nenek moyang, tapi meminjamnya dari anak cucu kita. Mari kita jaga Cirebon agar tetap hijau dan hidup untuk generasi masa depan,” tutupnya.***










