CIREBON, (ETNOLOGIMEDIA)- Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama menjadi momentum refleksi penguatan peran keagamaan di tengah tantangan zaman.
Hal itu disampaikan Bupati Cirebon, Imron, saat menghadiri apel HAB Kementerian Agama Kabupaten Cirebon di Stadion Ranggajati, Sumber, Sabtu (3/1/2025).
Imron berharap, memasuki usia delapan dekade, Kementerian Agama semakin optimal menjalankan perannya dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat, khususnya dalam menjaga kerukunan umat beragama.
“Di usia ke-80 ini, kami berharap Kementerian Agama semakin kuat dalam membina dan membimbing masyarakat, serta terus menjadi garda terdepan dalam menjaga harmoni antarumat beragama,” ujar Imron.
Menurutnya, aparatur Kementerian Agama harus memiliki wawasan keagamaan yang luas dan moderat agar mampu memahami perbedaan sebagai kekuatan pemersatu bangsa.
Dengan bekal keilmuan yang memadai, para tokoh dan penyuluh agama diharapkan mampu menyampaikan pesan keagamaan secara bijak dan kontekstual.
Imron juga menekankan pentingnya peran Kementerian Agama dalam menyuarakan dakwah yang relevan dengan isu-isu aktual, salah satunya kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Ia menegaskan bahwa ajaran agama tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga dengan sesama dan alam semesta.
“Dalam Al-Qur’an ditegaskan bahwa manusia dilarang merusak lingkungan. Ini harus ditafsirkan dan disampaikan dengan baik agar masyarakat benar-benar memahami dan mengamalkannya,” jelasnya.
Ia menambahkan, dakwah keagamaan harus berbasis pada dasar keilmuan yang kuat agar pesan yang disampaikan tidak hanya dipahami, tetapi juga mampu membentuk kesadaran dan perilaku masyarakat.
Imron berharap jajaran Kementerian Agama dan para tokoh agama terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan.
Dengan pembiasaan tersebut, nilai-nilai keagamaan diharapkan tumbuh menjadi budaya dalam kehidupan masyarakat.
“Jika sudah menjadi budaya, sejak usia dini masyarakat akan paham, sadar, dan melaksanakannya. Di sinilah peran strategis Kementerian Agama dalam membangun masyarakat yang religius dan peduli lingkungan,” pungkasnya.***
