Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sunday, 01 February 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Beranda Daerah

Tangis Keluarga Sopir Pabrik, Anak 8 Bulan Harus Jalani Transplantasi Hati

Penulis: Mamat Rahmat
12 January 2026 | 09:53
Reading Time: 2 mins read
Fawwas Rosdiana, digendong orang tuanya asal Desa Getrakmoyan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, yang didiagnosis menderita atresia bilier dan hernia, membutuhkan uluran tangan donatur untuk biaya pengobatan, Minggu (11/1/2026)./* (foto: ist) 

Fawwas Rosdiana, digendong orang tuanya asal Desa Getrakmoyan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, yang didiagnosis menderita atresia bilier dan hernia, membutuhkan uluran tangan donatur untuk biaya pengobatan, Minggu (11/1/2026)./* (foto: ist) 

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on LineShare on Telegram

CIREBON, (ETNOLOGIMEDIA)- Di usianya yang baru delapan bulan, Fawwas Rosdiana, sudah harus bertarung melawan penyakit berat yang mengancam nyawanya.

Balita asal Desa Getrakmoyan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon itu didiagnosis menderita atresia bilier dan hernia.

Baca Juga

DPRD Minta Laporan Tindak Lanjut Temuan BPK di Disdik

Polresta Cirebon Resmi Punya Wakapolresta Baru, AKBP Eko Munarianto Siap Perkuat Kamtibmas

Kawasan Sungai Sukalila Mulai Dibenahi, Wali Kota Cirebon Pantau Langsung

penyakit langka yang memaksanya menjalani serangkaian operasi hingga direkomendasikan menjalani transplantasi hati.

Fawwas adalah anak kembar. Namun, tak seperti saudara kembarnya yang tumbuh sehat, Fawwas sejak lahir menunjukkan gejala serius.

Seluruh tubuhnya tampak menguning, termasuk bagian mata tanda awal atresia bilier yang menyerang saluran empedu.

Ayah Fawwas, Asep Rosdiana, mengungkapkan kondisi itu diketahui tak lama setelah kelahiran anaknya.

“Sejak lahir badannya kuning semua, termasuk matanya. Tidak lama kemudian dokter bilang anak saya juga kena hernia,” ujar Asep, Minggu (11/1/2026).

Kondisi tersebut membuat kedua orang tua Fawwas harus bolak-balik ke rumah sakit rujukan.

Awalnya, Fawwas dibawa ke RS Ciremai, namun karena kondisi kesehatannya membutuhkan penanganan lanjutan termasuk kadar hemoglobin yang rendah.

Ia dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

“Langsung dibawa ke rumah sakit. Pertama ke RS Ciremai, lalu dirujuk ke RSHS karena HB-nya rendah,” jelas Asep.

Sejak didiagnosis, Fawwas telah menjalani dua kali operasi di RSHS Bandung.

Namun, dokter menyampaikan bahwa tindakan tersebut belum cukup. Harapan satu-satunya untuk kesembuhan adalah operasi cangkok hati.

Saran medis itu menjadi pukulan berat bagi keluarga. Meski tindakan operasi utama ditanggung BPJS, biaya pendonor hati mencapai ratusan juta rupiah angka yang jauh dari jangkauan keluarga sederhana tersebut.

“Saya bingung. Biayanya ratusan juta. Uang dari mana? Saya cuma sopir perusahaan,” ucap Asep dengan nada pasrah.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Getrakmoyan, Junandi. Ia menjelaskan bahwa kendala utama bukan pada operasi medis, melainkan biaya pendonor hati yang tidak ditanggung BPJS.

“Operasinya memang pakai BPJS, tapi cangkok hati itu perlu pendonor. Biaya pendonor itu besar, sekitar Rp150 juta,” kata Junandi.

Dengan keterbatasan ekonomi keluarga, pemerintah desa bersama kader PKK dan perangkat desa berinisiatif membuka donasi secara swadaya.

Penggalangan dana dilakukan langsung ke warga dari rumah ke rumah.

“Pemerintah desa membuka donasi untuk warga. Kader PKK juga turun langsung,” ujarnya.

Namun, hingga kini dana yang terkumpul masih sangat minim. Dari hasil donasi warga desa, baru terkumpul sekitar Rp5 juta, jauh dari kebutuhan yang diperlukan.

Junandi berharap ada perhatian dan kepedulian dari berbagai pihak.

Termasuk pemerintah daerah, agar Fawwas bisa segera menjalani operasi pendonor hati dan memiliki kesempatan hidup yang lebih baik.

“Semoga ada bantuan dari pemerintah dan pihak lain. Kasihan, dia juga berhak sehat seperti bayi lainnya,” pungkasnya.***

Tags: atresia bilier dan herniabutuh bantuanFawwas Rosdianatranpalansi hatiwarga Kabupaten Ci
Dapatkan update berita pilihan, dan artikel menarik lain setiap hari dari etnologimedia.com, klik untuk mengikuti Google News etnologimedia.com.

Terkait Berita

Langkah Tegas KAI, 16 Perlintasan Ilegal di Wilayah Cirebon Ditutup
Daerah

Langkah Tegas KAI, 16 Perlintasan Ilegal di Wilayah Cirebon Ditutup

30 January 2026 | 14:48
Baru 93 Tapping Box Terpasang, Ribuan Restoran Belum Terpantau
Daerah

Baru 93 Tapping Box Terpasang, Ribuan Restoran Belum Terpantau

29 January 2026 | 17:24
Kontribusi Pajak Kecil, DPRD Ingatkan Risiko Sosial Hiburan Malam
Daerah

Kontribusi Pajak Kecil, DPRD Ingatkan Risiko Sosial Hiburan Malam

28 January 2026 | 10:20
DPRD Minta Laporan Tindak Lanjut Temuan BPK di Disdik
Daerah

DPRD Minta Laporan Tindak Lanjut Temuan BPK di Disdik

27 January 2026 | 19:31
Polresta Cirebon Resmi Punya Wakapolresta Baru, AKBP Eko Munarianto Siap Perkuat Kamtibmas
Daerah

Polresta Cirebon Resmi Punya Wakapolresta Baru, AKBP Eko Munarianto Siap Perkuat Kamtibmas

27 January 2026 | 19:20
Kawasan Sungai Sukalila Mulai Dibenahi, Wali Kota Cirebon Pantau Langsung
Daerah

Kawasan Sungai Sukalila Mulai Dibenahi, Wali Kota Cirebon Pantau Langsung

27 January 2026 | 09:34
Berita berikutnya
KONI Kabupaten Cirebon Gelar Liga TopSkor 2026, GOR Watubelah Jadi Venue Utama

KONI Kabupaten Cirebon Gelar Liga TopSkor 2026, GOR Watubelah Jadi Venue Utama

Rekomendasi

Bank bjb Perkuat Jaringan dengan Pembukaan KCP UNJAYA di Sleman Yogyakarta

Bank bjb Perkuat Jaringan dengan Pembukaan KCP UNJAYA di Sleman Yogyakarta

27 August 2024 | 22:23
Peredaran Marak, Ribuan Bungkus Rokok Ilegal Disita Tim Gabungan

Peredaran Marak, Ribuan Bungkus Rokok Ilegal Disita Tim Gabungan

07 August 2023 | 16:44
GPM Digelar Serentak di 5 Kecamatan Kota Cirebon, Stok Pangan Jelang Lebaran Aman

GPM Digelar Serentak di 5 Kecamatan Kota Cirebon, Stok Pangan Jelang Lebaran Aman

05 April 2024 | 12:23

BeritaTerpopuler

  • Jelang Nataru, KAI Daop 3 Cirebon Perkuat Pengamanan dan Layanan

  • Fakta Menarik: Ternyata SCOBY atau ‘Jamur’ Kombucha Bisa Dimakan

  • Dari Waduk Darma, Cirebon- Kuningan Bahas Solusi Banjir Terpadu

  • Pariwisata Jawa Barat Menggeliat, Antara Tren Gaya Hidup dan Tuntunan Syariat

  • Pemkab Cirebon dan REI Sepakati Investasi Perumahan Berbasis Mitigasi Bencana

Etnologi Media

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sosok

Layanan dan Informasi

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Copyright @ 2021 PT Digital Etnologi Solution. All rights reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks

© 2021 PT Digital Etnologi Solution - Inspirasi Generasi Terkini.