CIREBON, (ETNOLOGIMEDIA)- Persoalan sampah masih menjadi salah satu pekerjaan rumah besar di Kabupaten Cirebon.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengakui keterbatasan sarana dan prasarana, mulai dari jumlah kontainer hingga armada pengangkut, membuat penanganan sampah belum optimal di ratusan desa.
Kepala DLH Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, mengungkapkan saat ini pihaknya baru memiliki 192 kontainer sampah yang tersebar di desa, hotel, hingga kawasan industri.
Jumlah tersebut dinilai jauh dari ideal jika dibandingkan dengan jumlah desa yang mencapai 412 desa.
“Kabupaten Cirebon punya 412 desa. Idealnya satu desa memiliki minimal satu kontainer. Artinya, kita membutuhkan setidaknya sekitar 500 kontainer sampah,” ujar Dede, Selasa (13/1/2026).
Ia menegaskan, kecukupan kontainer menjadi faktor krusial dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Apabila kebutuhan tersebut terpenuhi, potensi sampah tercecer di jalanan dan ruang publik dapat ditekan secara signifikan.
DLH juga mencatat, produksi sampah rumah tangga di Kabupaten Cirebon mencapai sekitar 1.200 ton per hari. Namun, kapasitas pengangkutan sampah masih terbatas. Saat ini, Kabupaten Cirebon hanya mengandalkan dua Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yakni TPA Kubang Deleg dan TPA Gunung Santri.
“TPA Kubang Deleg memiliki kapasitas angkut sekitar 100 ton per hari, sementara TPA Gunung Santri sekitar 500 ton per hari,” jelasnya.
Selain keterbatasan kontainer, minimnya armada pengangkut sampah juga menjadi kendala utama.
Dede menyebutkan, saat ini DLH hanya memiliki 72 unit armada untuk melayani ratusan desa di Kabupaten Cirebon.
“Dengan 72 armada yang harus melayani 412 desa dan mengangkut ke dua TPA, secara logika tentu tidak mungkin semuanya terlayani secara optimal,” ucapnya.
Menurut Dede, idealnya Kabupaten Cirebon membutuhkan sekitar 200 unit armada pengangkut agar seluruh wilayah dapat terjangkau secara maksimal. Namun, keterbatasan anggaran daerah menjadi hambatan utama dalam pengadaan sarana baru.
“Pengadaan kontainer dan armada membutuhkan biaya besar, sementara kemampuan keuangan daerah saat ini masih terbatas,” katanya.
Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, DLH Kabupaten Cirebon terus berupaya memaksimalkan penanganan sampah dengan sarana yang tersedia.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
“Penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran serta dan kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan agar lingkungan tetap bersih dan sehat,” pungkas Dede.***










