CIREBON, (ETNOLOGIMEDIA)- Isu pembangunan mini zoo di kawasan Plangon bagian atas, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, akhirnya mendapat klarifikasi.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Anton Maulana, memastikan tidak ada pembangunan kebun binatang mini di lokasi tersebut.
Penegasan itu menyusul inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan DPRD, Rabu (14/1/2026).
Anton menegaskan, berdasarkan hasil pengecekan langsung di lapangan, aktivitas pembangunan yang tengah dilakukan investor hanya berupa rumah makan dan masjid.
Adapun istilah mini zoo yang sempat berkembang di tengah masyarakat, menurutnya, lebih mengarah pada konsep wisata dengan penempatan sejumlah satwa kecil di sekitar area restoran.
“Setelah kami cek langsung, tidak ada pembangunan mini zoo seperti yang dikhawatirkan masyarakat. Yang dibangun hanya restoran dan masjid. Soal mini zoo itu sebatas konsep penempatan binatang kecil di area wisata,” ujar Anton.
Meski demikian, Anton mengakui luas lahan di kawasan Plangon bagian atas tergolong besar.
Sehingga wajar jika isu pembangunan mini zoo selama ini mencuat dan menimbulkan kekhawatiran publik.
Ia menekankan pentingnya tanggung jawab investor terhadap kelestarian lingkungan, terlebih setelah adanya aktivitas penebangan pohon di sekitar lokasi.
“Kami minta pohon-pohon yang sudah ditebang segera diganti dengan tanaman baru yang memiliki daya serap air tinggi. Ini penting untuk menjaga fungsi lingkungan di kawasan Plangon,” tegasnya.
Menurut Anton, meskipun kawasan Plangon secara tata ruang diperbolehkan untuk pengembangan wisata.
Namun, kata dia, aspek lingkungan harus menjadi prioritas utama.
Ia mengingatkan agar pembangunan di kawasan atas tidak menimbulkan dampak negatif bagi warga di wilayah bawah, khususnya risiko banjir saat musim hujan.
“Jangan sampai pembangunan di atas justru membuat masyarakat di bawah terdampak banjir, seperti yang sempat terjadi beberapa waktu lalu,” ujarnya.
Sementara itu, pemilik lahan sekaligus investor PT Sumber Wisata Plangon, Siti Ukari, membenarkan bahwa pembangunan yang tengah dilakukan saat ini hanya mencakup restoran dan masjid di atas lahan seluas lebih dari satu hektare.
“Untuk sekarang kami hanya membangun restoran dan masjid. Pembangunan mini zoo belum dilakukan dan masih melihat iklim investasi ke depan,” ujar Siti Ukari.
Ia tidak menampik bahwa pihaknya telah membebaskan lahan di kawasan Plangon dari sejumlah warga dengan total luas mencapai sekitar 30 hektare.
Ke depan, lahan tersebut direncanakan akan dikembangkan sebagai kawasan wisata alam, termasuk kemungkinan pembangunan mini zoo.
“Namun seluruh rencana ke depan tentu akan kami sesuaikan dengan aturan yang berlaku dan tetap memperhatikan aspek lingkungan,” pungkasnya.***
