INDRAMAYU, (ETNOLOGIMEDIA)- Pertamina memperkuat sistem keselamatan distribusi energi nasional dengan mengimplementasikan sistem Pressure Monitoring System-Balongan ke IT Jakarta (PRESSMON BALI).
Yakni sistem digital pemantau tekanan pipa bahan bakar minyak (BBM) secara real time di jalur vital Balongan–Jakarta.
Melalui PT Pertamina Patra Niaga, sistem PRESSMON BALI resmi dioperasikan untuk mendeteksi potensi tekanan berlebih (overpressure) sejak dini.
Sistem ini dilengkapi alarm otomatis yang memungkinkan pengambilan keputusan cepat dalam kondisi darurat.
Sekaligus meminimalkan risiko kebocoran maupun kebakaran di sepanjang jalur pipa strategis tersebut.
Implementasi PRESSMON BALI merupakan bagian dari transformasi keselamatan operasional Pertamina.
Menyusul evaluasi menyeluruh pascainsiden kebakaran di area Integrated Terminal (IT) Jakarta pada 2023 lalu. Evaluasi internal menunjukkan, ketiadaan pemantauan tekanan pipa secara real time menjadi salah satu faktor keterlambatan deteksi kondisi abnormal saat kejadian tersebut.
“Dengan PRESSMON BALI, seluruh jalur pipa dari Balongan, Indramayu, hingga Jakarta kini dapat dimonitor secara menyeluruh dan real time,” ujar Integrated Terminal Balongan, Gema Ramadhan, dalam keterangan rilisnya, Kamis (15/1/2026).
Selain meningkatkan aspek keselamatan, sistem ini juga memperkuat keandalan operasional dan menjamin kelancaran distribusi BBM.
Keberadaan PRESSMON BALI dinilai mampu memberikan perlindungan tambahan bagi masyarakat serta lingkungan di sekitar jalur pipa energi nasional.
Dari sisi ekonomi, Pertamina mencatat potensi cost avoidance hingga Rp107 miliar, yang sebelumnya berisiko timbul akibat insiden kebakaran, kerusakan aset, maupun penghentian operasional terminal.
“PRESSMON BALI menjadi safety barrier yang sangat efektif dalam operasional BBM, khususnya penerimaan BBM melalui jalur pipa dari Balongan,” katanya, diamini Integrated Terminal Manager Jakarta, Miftahul Ulum.
Ke depan, Pertamina membuka peluang untuk mereplikasi sistem PRESSMON BALI pada jalur pipa lain dengan karakteristik serupa di berbagai wilayah operasional.
Langkah ini sejalan dengan strategi penguatan operational excellence, percepatan digitalisasi sistem monitoring, serta komitmen Pertamina terhadap prinsip keberlanjutan dan ESG (Environmental, Social, and Governance).
“Melalui inovasi ini, Pertamina menegaskan komitmennya menghadirkan distribusi energi yang aman, andal, dan berkelanjutan bagi Indonesia,” ungkapnya. ***










