Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Saturday, 31 January 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Beranda Daerah

Atap Lapangan SMAN 1 Susukan Ambruk, Siswa Selamat, Guru Meninggal karena Serangan Jantung

Penulis: Mamat Rahmat
23 January 2026 | 10:02
Reading Time: 2 mins read
Kepala SMAN 1 Susukan, Kabupaten Cirebon, Ukendi Andriyana./* (foto: Ist) 

Kepala SMAN 1 Susukan, Kabupaten Cirebon, Ukendi Andriyana./* (foto: Ist) 

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on LineShare on Telegram

CIREBON, (ETNOLOGIMEDIA)- Insiden robohnya atap lapangan upacara SMAN 1 Susukan, Kabupaten Cirebon, sempat memicu kepanikan.

Namun pihak sekolah memastikan tidak ada korban jiwa akibat langsung dari ambruknya bangunan tersebut.

Baca Juga

DPRD Minta Laporan Tindak Lanjut Temuan BPK di Disdik

Polresta Cirebon Resmi Punya Wakapolresta Baru, AKBP Eko Munarianto Siap Perkuat Kamtibmas

Kawasan Sungai Sukalila Mulai Dibenahi, Wali Kota Cirebon Pantau Langsung

Seorang siswa yang sempat tertimpa material atap hanya mengalami luka ringan dan telah dipulangkan setelah mendapat perawatan medis.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (21/1/2025) sekitar pukul 14.45 WIB, saat kawasan sekolah diguyur hujan deras disertai angin kencang.

Kondisi cuaca ekstrem tersebut diduga menjadi penyebab utama runtuhnya atap lapangan upacara.

Kepala SMAN 1 Susukan, Ukendi Andriyana, mengatakan kejadian berlangsung ketika sebagian besar siswa telah pulang ke rumah.

“Saat kejadian, mayoritas siswa sudah meninggalkan sekolah. Hanya beberapa siswa kelas X E yang sebelumnya dijadwalkan latihan upacara. Namun kegiatan itu sudah kami batalkan karena cuaca tidak memungkinkan,” ujar Ukendi kepada wartawan, Kamis (22/1/2025).

Meski latihan dibatalkan, tiga siswa masih berada di sekitar lokasi. Ketika atap mulai roboh, dua siswa berhasil menyelamatkan diri.

Sementara satu siswa bernama Yusi tidak sempat menghindar dan tertimpa material bangunan.

“Korban langsung kami evakuasi dan dibawa ke RS Mitra Plumbon. Setelah pemeriksaan medis, termasuk rontgen, Alhamdulillah siswi tersebut dinyatakan sehat dan sudah diperbolehkan pulang bersama orang tuanya,” jelas Ukendi.

Di tengah proses penanganan insiden tersebut, musibah lain menyusul.

Ukendi mengatakan, seorang guru Bahasa Inggris, Danal Alam, yang turut membantu proses evakuasi korban, tiba-tiba pingsan setelah berada di depan ruang guru.

“Kami segera menolong dan membawanya ke lobi untuk menjauh dari kerumunan. Kondisinya terus menurun hingga akhirnya kami rujuk ke IGD RSUD Arjawinangun,” ungkapnya.

Sekitar pukul 15.10 WIB, pihak rumah sakit menyatakan Danal Alam meninggal dunia. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, almarhum diketahui telah mengalami serangan jantung sejak masih berada di lingkungan sekolah.

Ukendi menegaskan, wafatnya guru tersebut tidak berkaitan langsung dengan insiden robohnya atap lapangan upacara.

“Lokasi almarhum berada cukup jauh dari titik robohnya bangunan dan terdapat jeda waktu antara kejadian atap ambruk dengan saat beliau pingsan. Jadi tidak ada hubungan langsung,” tegasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan keterangan keluarga dan rekan sejawat, almarhum sebelumnya kerap mengeluhkan nyeri dada dan sesak napas.

Kondisi tersebut diduga diperberat oleh kelelahan serta aktivitas fisik saat membantu proses evakuasi.

Sebagai langkah antisipasi dan demi menjaga keselamatan warga sekolah, pihak SMAN 1 Susukan memutuskan mengalihkan kegiatan belajar mengajar ke sistem daring mulai Kamis (22/1/2025).

“Untuk sementara anak-anak belajar dari rumah dan diberikan tugas oleh masing-masing guru. Insya Allah, Senin (26/1/2026) kegiatan belajar mengajar tatap muka sudah dapat kembali berjalan normal,” ujarnya.

Ukendi juga mengimbau masyarakat dan insan pers agar tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat terkait peristiwa tersebut.

“Kami berharap rekan-rekan media dapat membantu menyampaikan informasi yang benar agar tidak terjadi kesimpangsiuran. Terima kasih atas perhatian, dukungan, dan doa dari semua pihak,” pungkasnya.***

Tags: Atap Lapangan Sekolah AmbrukKabupaten CirebonSMAN Susukan
Dapatkan update berita pilihan, dan artikel menarik lain setiap hari dari etnologimedia.com, klik untuk mengikuti Google News etnologimedia.com.

Terkait Berita

Langkah Tegas KAI, 16 Perlintasan Ilegal di Wilayah Cirebon Ditutup
Daerah

Langkah Tegas KAI, 16 Perlintasan Ilegal di Wilayah Cirebon Ditutup

30 January 2026 | 14:48
Baru 93 Tapping Box Terpasang, Ribuan Restoran Belum Terpantau
Daerah

Baru 93 Tapping Box Terpasang, Ribuan Restoran Belum Terpantau

29 January 2026 | 17:24
Kontribusi Pajak Kecil, DPRD Ingatkan Risiko Sosial Hiburan Malam
Daerah

Kontribusi Pajak Kecil, DPRD Ingatkan Risiko Sosial Hiburan Malam

28 January 2026 | 10:20
DPRD Minta Laporan Tindak Lanjut Temuan BPK di Disdik
Daerah

DPRD Minta Laporan Tindak Lanjut Temuan BPK di Disdik

27 January 2026 | 19:31
Polresta Cirebon Resmi Punya Wakapolresta Baru, AKBP Eko Munarianto Siap Perkuat Kamtibmas
Daerah

Polresta Cirebon Resmi Punya Wakapolresta Baru, AKBP Eko Munarianto Siap Perkuat Kamtibmas

27 January 2026 | 19:20
Kawasan Sungai Sukalila Mulai Dibenahi, Wali Kota Cirebon Pantau Langsung
Daerah

Kawasan Sungai Sukalila Mulai Dibenahi, Wali Kota Cirebon Pantau Langsung

27 January 2026 | 09:34
Berita berikutnya
Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Bisa Dipesan Mulai H-45

Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Bisa Dipesan Mulai H-45

Rekomendasi

Diduga Menganiaya karena Tagih Utang, TP Harus Berurusan dengan Polisi

Diduga Menganiaya karena Tagih Utang, TP Harus Berurusan dengan Polisi

26 March 2024 | 08:10
Pemetaan Titik Rawan Pilkada 2024 di Cirebon, Polresta Cirebon Siapkan Pengamanan Berlapis

Pemetaan Titik Rawan Pilkada 2024 di Cirebon, Polresta Cirebon Siapkan Pengamanan Berlapis

07 August 2024 | 18:48
Pelanggar Prokes di Kota Cirebon Didenda Rp 100 Ribu

Pelanggar Prokes di Kota Cirebon Didenda Rp 100 Ribu

06 July 2021 | 11:04

BeritaTerpopuler

  • Jelang Nataru, KAI Daop 3 Cirebon Perkuat Pengamanan dan Layanan

  • Dari Waduk Darma, Cirebon- Kuningan Bahas Solusi Banjir Terpadu

  • Fakta Menarik: Ternyata SCOBY atau ‘Jamur’ Kombucha Bisa Dimakan

  • Pariwisata Jawa Barat Menggeliat, Antara Tren Gaya Hidup dan Tuntunan Syariat

  • Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Bisa Dipesan Mulai H-45

Etnologi Media

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sosok

Layanan dan Informasi

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Copyright @ 2021 PT Digital Etnologi Solution. All rights reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks

© 2021 PT Digital Etnologi Solution - Inspirasi Generasi Terkini.