Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Saturday, 31 January 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Beranda Daerah

Cuaca Akhir Januari Aman, BPBD Waspadai Ekstrem Awal Februari

Penulis: Mamat Rahmat
23 January 2026 | 07:20
Reading Time: 2 mins read
Infografis prakiraan cuaca./* (BPBD Kab. Cirebon) 

Infografis prakiraan cuaca./* (BPBD Kab. Cirebon) 

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on LineShare on Telegram

CIREBON, (ETNOLOGIMEDIA)- Jelang akhir Januari 2026, kondisi cuaca di wilayah pesisir utara Jawa Barat diperkirakan relatif terkendali.

Meskipun hujan masih turun, namun belum disertai intensitas ekstrem yang berpotensi memicu bencana besar.

Baca Juga

DPRD Minta Laporan Tindak Lanjut Temuan BPK di Disdik

Polresta Cirebon Resmi Punya Wakapolresta Baru, AKBP Eko Munarianto Siap Perkuat Kamtibmas

Kawasan Sungai Sukalila Mulai Dibenahi, Wali Kota Cirebon Pantau Langsung

Namun, ketenangan tersebut diprediksi tak akan berlangsung lama.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon mengingatkan masyarakat untuk kembali meningkatkan kewaspadaan memasuki awal Februari.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cirebon, Syamsul Huda, mengatakan potensi cuaca ekstrem diperkirakan meningkat mulai awal Februari hingga sekitar pekan ketiga bulan tersebut.

“Memasuki awal Februari 2026 sampai kurang lebih minggu ketiga, potensi cuaca ekstrem kembali meningkat. Masyarakat harus kembali waspada,” ujar Syamsul, Kamis (22/1/2026).

Setelah periode tersebut, Kabupaten Cirebon biasanya memasuki masa pancaroba.

Pada fase ini, ancaman angin kencang hingga puting beliung kerap terjadi dan dapat berlangsung hingga Mei.

Kondisi ini dikenal sebagai kemarau basah, terutama jika tidak dipengaruhi oleh siklon berskala besar.

Syamsul menjelaskan, posisi geografis Kabupaten Cirebon yang berada di wilayah pesisir utara Jawa Barat menjadikannya rawan bencana.

Dengan garis pantai sepanjang sekitar 54 kilometer dan luas wilayah 990,36 kilometer persegi, Kabupaten Cirebon menaungi 40 kecamatan, 412 desa, dan 12 kelurahan.

“Wilayah yang luas dengan karakter geografis beragam membuat potensi bencana selalu menjadi perhatian serius,” ujarnya.

BPBD Kabupaten Cirebon mencatat sedikitnya sembilan potensi bencana yang harus diantisipasi.

Mulai dari banjir, tanah longsor, rob, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, letusan Gunung Ciremai, banjir bandang, hingga gempa bumi.

Dalam periode Januari tahun lalu hingga awal Januari 2026, tercatat sekitar 160 kejadian bencana. Dampaknya dirasakan di hampir 40 kecamatan dan 151 desa.

Banjir menjadi bencana dengan dampak paling besar.

Hingga akhir November 2025, sekitar 8.000 rumah terendam, terdapat rumah rusak berat, 100 rumah rusak ringan, serta 65 rumah ibadah mengalami kerusakan ringan.

Selain itu, tak kurang dari 20 ribu kepala keluarga dan lebih dari 50 ribu jiwa terdampak.

“Banjir paling parah disebabkan kiriman air dari wilayah hulu serta tingginya sedimentasi Sungai Ciberes,” jelas Syamsul.

Untuk menekan risiko banjir, BPBD telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), khususnya untuk wilayah Cirebon timur.

Normalisasi Sungai Cisanggarung telah dilakukan meski belum optimal, sementara Pemerintah Kabupaten Cirebon tengah mengupayakan pengerukan Sungai Ciberes.

Selain itu, normalisasi Kali Pembuang Lebak Putat dan Kali Pembuang Lebak Lamaran juga menjadi prioritas.

Tingginya sedimentasi menyebabkan sungai-sungai tersebut tak lagi mampu menampung debit air saat hujan deras.

Sebagai langkah jangka panjang, BPBD merekomendasikan penerapan sumur resapan dan biopori, pembangunan sodetan di kawasan DAS padat penduduk, serta pembangunan bendungan (dam)nuntuk mengendalikan debit air. Kerja sama lintas daerah juga terus diperkuat, terutama dalam pengelolaan dan pemantauan wilayah hulu DAS.

“Tujuannya jelas, deteksi dini dan pencegahan bencana. Dari sembilan potensi bencana, banjir tetap menjadi ancaman paling serius di Kabupaten Cirebon,” pungkasnya.***

Tags: BanjirBPBDCuacaHujanKabupaten Cirebon
Dapatkan update berita pilihan, dan artikel menarik lain setiap hari dari etnologimedia.com, klik untuk mengikuti Google News etnologimedia.com.

Terkait Berita

Langkah Tegas KAI, 16 Perlintasan Ilegal di Wilayah Cirebon Ditutup
Daerah

Langkah Tegas KAI, 16 Perlintasan Ilegal di Wilayah Cirebon Ditutup

30 January 2026 | 14:48
Baru 93 Tapping Box Terpasang, Ribuan Restoran Belum Terpantau
Daerah

Baru 93 Tapping Box Terpasang, Ribuan Restoran Belum Terpantau

29 January 2026 | 17:24
Kontribusi Pajak Kecil, DPRD Ingatkan Risiko Sosial Hiburan Malam
Daerah

Kontribusi Pajak Kecil, DPRD Ingatkan Risiko Sosial Hiburan Malam

28 January 2026 | 10:20
DPRD Minta Laporan Tindak Lanjut Temuan BPK di Disdik
Daerah

DPRD Minta Laporan Tindak Lanjut Temuan BPK di Disdik

27 January 2026 | 19:31
Polresta Cirebon Resmi Punya Wakapolresta Baru, AKBP Eko Munarianto Siap Perkuat Kamtibmas
Daerah

Polresta Cirebon Resmi Punya Wakapolresta Baru, AKBP Eko Munarianto Siap Perkuat Kamtibmas

27 January 2026 | 19:20
Kawasan Sungai Sukalila Mulai Dibenahi, Wali Kota Cirebon Pantau Langsung
Daerah

Kawasan Sungai Sukalila Mulai Dibenahi, Wali Kota Cirebon Pantau Langsung

27 January 2026 | 09:34
Berita berikutnya
Atap Lapangan SMAN 1 Susukan Ambruk, Siswa Selamat, Guru Meninggal karena Serangan Jantung

Atap Lapangan SMAN 1 Susukan Ambruk, Siswa Selamat, Guru Meninggal karena Serangan Jantung

Rekomendasi

Demokrat Berikan Surat Tugas kepada Mantan Wakil Bupati Ayu untuk Cari Koalisi di Pilkada

Demokrat Berikan Surat Tugas kepada Mantan Wakil Bupati Ayu untuk Cari Koalisi di Pilkada

27 June 2024 | 19:34
Jelang Angkutan Nataru, KAI Sediakan Water Station Layanan Isi Ulang Air Minum Gratis di Stasiun

Jelang Angkutan Nataru, KAI Sediakan Water Station Layanan Isi Ulang Air Minum Gratis di Stasiun

04 December 2023 | 11:09
Petambak Garam di Cirebon Hadapi Krisis Harga di Tengah Panen Raya

Petambak Garam di Cirebon Hadapi Krisis Harga di Tengah Panen Raya

03 September 2024 | 16:28

BeritaTerpopuler

  • Jelang Nataru, KAI Daop 3 Cirebon Perkuat Pengamanan dan Layanan

  • Dari Waduk Darma, Cirebon- Kuningan Bahas Solusi Banjir Terpadu

  • Fakta Menarik: Ternyata SCOBY atau ‘Jamur’ Kombucha Bisa Dimakan

  • Pariwisata Jawa Barat Menggeliat, Antara Tren Gaya Hidup dan Tuntunan Syariat

  • Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Bisa Dipesan Mulai H-45

Etnologi Media

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sosok

Layanan dan Informasi

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Copyright @ 2021 PT Digital Etnologi Solution. All rights reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks

© 2021 PT Digital Etnologi Solution - Inspirasi Generasi Terkini.