Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sunday, 01 February 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Beranda Ragam

Bahaya Tersembunyi Mengancam Kesehatan di Balik Nikmatnya Kol Goreng

Penulis: Rini Juni
26 September 2024 | 07:02
Reading Time: 2 mins read
Ilustrasi sayur kol. Foto: Freepik

Ilustrasi sayur kol. Foto: Freepik

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on LineShare on Telegram

CIREBON, (ETNOLOGIMEDIA.COM).- Kol goreng sering kali menjadi camilan yang menggoda selera. Rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah menjadikannya favorit di berbagai kesempatan, mulai dari hidangan pendamping hingga menu di warung makan.

Namun, di balik kenikmatannya, kol goreng ternyata menyimpan sejumlah bahaya bagi kesehatan yang sering kali diabaikan. Mengapa kol goreng bisa berbahaya, dan apa yang membuatnya tidak baik untuk dikonsumsi secara berlebihan?

Baca Juga

Kota Cirebon Raih Penghargaan Nasional UHC Awards 2026

Ambruknya Gedung Ponpes, Cermin Buramnya Jaminan Fasilitas Pendidikan

KBBI Hadirkan Ruang Baru Pecinta Buku di Tengah Era Digital

Pertama, proses penggorengan itu sendiri sudah menjadi salah satu alasan utama mengapa kol goreng harus diwaspadai. Seperti halnya gorengan lainnya, kol yang digoreng menyerap banyak minyak.

Melansir dari berbagai sumber, minyak yang digunakan untuk menggoreng, terutama jika digunakan berulang kali, dapat menghasilkan senyawa berbahaya seperti lemak trans.

Lemak trans diketahui dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh dan menurunkan kolesterol baik (HDL), yang pada akhirnya dapat memicu berbagai penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya.

Selain itu, ketika kol digoreng pada suhu tinggi, terjadi proses yang dikenal sebagai akrilamida, yaitu senyawa kimia yang terbentuk saat makanan yang mengandung karbohidrat, seperti sayuran, dimasak pada suhu tinggi.


Akrilamida ini merupakan zat yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker. Walaupun masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan seberapa besar dampaknya pada kesehatan manusia, konsumsi gorengan yang mengandung senyawa ini dalam jumlah besar dan jangka panjang tentu tidak disarankan.

Kol yang digoreng juga kehilangan sebagian besar kandungan nutrisinya. Kol mentah sebenarnya merupakan sumber serat, vitamin C, dan antioksidan yang sangat baik untuk tubuh. Namun, ketika digoreng dalam minyak panas, sebagian besar nutrisi tersebut hilang, meninggalkan kol sebagai makanan yang hanya tinggi lemak tanpa banyak manfaat kesehatan. Jadi, meskipun rasanya enak, kamu tidak akan mendapatkan manfaat gizi yang seharusnya didapatkan dari kol mentah atau yang dimasak dengan metode yang lebih sehat.

Tak hanya itu, mengonsumsi kol goreng secara rutin juga bisa memicu masalah pencernaan. Kol, seperti sayuran cruciferous lainnya, mengandung senyawa yang dapat menyebabkan perut kembung atau gas pada beberapa orang. Jika kol tersebut digoreng, kombinasi antara minyak yang sulit dicerna dan senyawa alami dalam kol dapat memperparah gejala ini, membuat perut terasa tidak nyaman.

Bahaya lain yang juga tak kalah penting adalah risiko tekanan darah tinggi. Kol goreng biasanya dinikmati bersama dengan bumbu tambahan seperti garam atau MSG (monosodium glutamat), yang jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Hal ini tentu berisiko bagi kesehatan jangka panjang, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat hipertensi atau masalah kardiovaskular.

Meskipun sesekali menikmati kol goreng mungkin tidak langsung berdampak buruk, kebiasaan mengonsumsinya secara berlebihan tentu dapat membawa konsekuensi serius bagi kesehatan. Solusinya? Sebaiknya kamu menikmati kol dalam bentuk yang lebih sehat, seperti kol yang direbus, dikukus, atau dikonsumsi mentah sebagai salad. Dengan begitu, kamu bisa tetap merasakan manfaat nutrisi yang dimiliki oleh kol tanpa harus terpapar bahaya dari proses penggorengan.***

Tags: BahayaKesehatanKolKonsumsi
Dapatkan update berita pilihan, dan artikel menarik lain setiap hari dari etnologimedia.com, klik untuk mengikuti Google News etnologimedia.com.

Terkait Berita

Sungai Sukalila Bakal Jadi Ikon Baru Wisata Kota
Ragam

Sungai Sukalila Bakal Jadi Ikon Baru Wisata Kota

29 January 2026 | 20:24
Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027, Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor 
Ragam

Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027, Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor 

29 January 2026 | 20:08
Pemerintah Kota Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional
Ragam

Pemerintah Kota Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional

28 January 2026 | 19:28
Kota Cirebon Raih Penghargaan Nasional UHC Awards 2026
Ragam

Kota Cirebon Raih Penghargaan Nasional UHC Awards 2026

28 January 2026 | 19:14
Saat Ibu Menjadi Tulang Punggung Keluarga
Opini

Ambruknya Gedung Ponpes, Cermin Buramnya Jaminan Fasilitas Pendidikan

16 October 2025 | 08:08
KBBI Hadirkan Ruang Baru Pecinta Buku di Tengah Era Digital
Ragam

KBBI Hadirkan Ruang Baru Pecinta Buku di Tengah Era Digital

09 September 2025 | 20:36
Berita berikutnya
Ini 7 Manfaat Ajaib Makan Apel Setiap Hari untuk Kesehatan Tubuhmu

Ini 7 Manfaat Ajaib Makan Apel Setiap Hari untuk Kesehatan Tubuhmu

Rekomendasi

Momentum HUT RI Ke-79, Nikmati Cashback Jutaan Rupiah dari Transaksi Valas di Bank Bjb

Momentum HUT RI Ke-79, Nikmati Cashback Jutaan Rupiah dari Transaksi Valas di Bank Bjb

28 August 2024 | 17:21

Eldo Harumkan Nama Daerah dengan Prestasi Nasional

16 September 2023 | 10:10
Maksimalkan Tugas Pengawasan, Panwascam Gebang Beri Pemahaman kepada PKD

Maksimalkan Tugas Pengawasan, Panwascam Gebang Beri Pemahaman kepada PKD

24 December 2023 | 15:54

BeritaTerpopuler

  • Jelang Nataru, KAI Daop 3 Cirebon Perkuat Pengamanan dan Layanan

  • Fakta Menarik: Ternyata SCOBY atau ‘Jamur’ Kombucha Bisa Dimakan

  • Pariwisata Jawa Barat Menggeliat, Antara Tren Gaya Hidup dan Tuntunan Syariat

  • Dari Waduk Darma, Cirebon- Kuningan Bahas Solusi Banjir Terpadu

  • Filosofi Warna dalam Desain Grafis: Memahami Makna di Balik Pilihan Warna

Etnologi Media

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sosok

Layanan dan Informasi

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Copyright @ 2021 PT Digital Etnologi Solution. All rights reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks

© 2021 PT Digital Etnologi Solution - Inspirasi Generasi Terkini.