CIREBON, (ETNOLOGIMEDIA)- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Pihaknya menghadirkan Rail Clinic kereta kesehatan yang memberikan pelayanan medis gratis bagi masyarakat yang tinggal di sekitar jalur kereta api.
Kegiatan bakti sosial ini digelar di Stasiun Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, pada Rabu (25/6/2025).
Sebanyak 200 warga sekitar stasiun menerima layanan pemeriksaan dan pengobatan tanpa dipungut biaya.
Deputy Vice President Daop 3 Cirebon, Mahira Jati Nugraha, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari program Rail Clinic yang sudah menjangkau 11 lokasi sejak tahun 2016.
“Kami berupaya menjangkau masyarakat yang kesulitan akses layanan kesehatan dengan memanfaatkan jalur kereta api. Rail Clinic menjadi bentuk nyata kepedulian KAI terhadap kesehatan warga di sekitar rel,” ujarnya.
Rail Clinic generasi keempat yang digunakan terdiri dari empat kereta diesel dua difungsikan sebagai klinik kesehatan, dua lainnya sebagai Rail Library (perpustakaan berjalan).
Di dalam Rail Clinic, warga dapat menikmati layanan kesehatan dasar seperti pemeriksaan umum, gigi, mata, kebidanan, dan apotek.
Layanan ini juga didukung fasilitas modern seperti EKG, USG, dan laboratorium hematologi berbasis komputer.
Sebanyak 54 tenaga medis dilibatkan, termasuk 5 dokter umum, 2 dokter gigi, 1 dokter kandungan.
Serta tim analis laboratorium, apoteker, dan paramedis dari sejumlah rumah sakit dan klinik mitra seperti RS Hasna Medika, RS Mitra Plumbon, dan Klinik Mediska Cirebon.
Selain layanan kesehatan, KAI Daop 3 juga menyerahkan bantuan pendidikan berupa 30 kacamata gratis dan paket tas sekolah untuk siswa SDN 3 Jungjang dan SMPN 1 Arjawinangun.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan derajat kesehatan warga. Akan tetapi juga membangun kecintaan masyarakat terhadap transportasi kereta api. Serta tumbuhnya kesadaran bersama menjaga keselamatan perjalanan KA,” kata Mahira.
“Pendaftaran peserta dilakukan sebelumnya melalui koordinasi dengan pemerintah desa, kepolisian, dan unsur masyarakat setempat. Peserta yang telah terdata hadir dengan membawa undangan resmi,” pungkasnya.***










