Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sunday, 01 February 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Beranda Opini

Saat Ibu Menjadi Tulang Punggung Keluarga

Oleh : Yanyan Supiyanti, A.Md. Pendidik Generasi

Penulis: Tim Redaksi
08 September 2025 | 20:48
Reading Time: 2 mins read
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on LineShare on Telegram

DATA Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2024 mencatat, 53 persen perempuan Indonesia usia 25–49 tahun bekerja.

Di Jawa Barat, angka partisipasi kerja perempuan mencapai 51 persen. Fakta ini menunjukkan semakin besar peran ganda ibu, yakni sebagai pencari nafkah sekaligus pengasuh anak.

Baca Juga

Gerakan Sadar Obat Rasional, Ikhtiar Kecil untuk Masa Depan Besar

Memanfaatkan Kemajuan Teknologi di Jalan Kebaikan

Menjaga Generasi Muda dari Kegiatan Negatif

Sementara itu, data BKKBN 2023 mengungkapkan, 68 persen anak usia dini masih diasuh oleh keluarga besar tanpa standar pengasuhan yang jelas.

Menyikapi fenomena ini, PT PLN Indonesia Power (PLN IP) bersama BKKBN Jawa Barat menggagas program sosial Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak) di TPA Tadika Gemilang, Garut.

Program ini bertujuan mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia melalui layanan pengasuhan anak usia dini yang mencakup aspek fisik, kognitif, emosional, sosial, hingga spiritual.

Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menyebutkan bahwa kolaborasi pemerintah, swasta, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja ramah keluarga sekaligus menopang lahirnya generasi emas (JawaPos.com, 21/8/2025).

Program Tambal Sulam

Meski demikian, program pragmatis semacam ini kerap dianggap hanya solusi jangka pendek. Dalam kerangka kapitalisme, kebijakan tersebut lebih banyak dimaknai sebagai upaya menyiapkan generasi pekerja baru guna menopang kepentingan kapitalis global, ketimbang benar-benar mempersiapkan generasi emas.

Kapitalisme justru mendorong perempuan mengambil peran ganda yang bukan kewajibannya. Di satu sisi, mereka tetap menjadi pengurus rumah tangga, di sisi lain dituntut menjadi pencari nafkah.

Tekanan ekonomi, maraknya PHK, dan kebutuhan hidup yang semakin berat membuat banyak ibu harus bekerja di luar rumah. Dampaknya, tanggung jawab utama dalam mendidik anak dan mengelola rumah tangga kerap terbengkalai.

Situasi ini tak jarang menimbulkan masalah serius: anak kurang mendapat perhatian, tumbuh tanpa arahan, hingga hubungan rumah tangga retak dan berujung perceraian.

Lebih jauh, kondisi tersebut berimplikasi pada penurunan kualitas sumber daya manusia. Bukan hanya dari sisi kecerdasan atau fisik, melainkan terutama lemahnya karakter dan kepribadian generasi.

Padahal, anak sangat membutuhkan teladan, terutama dari ibunya. Jika ibu terlalu sibuk mengejar materi dan mengabaikan peran mendasar sebagai pendidik generasi, masa depan bangsa pun terancam.

Kapitalisme yang Materialistik

Kebijakan yang lebih menekankan kontribusi ekonomi perempuan ketimbang perannya sebagai pendidik generasi mencerminkan betapa kapitalisme memandang keberhasilan hanya dari aspek materi.

Sistem ini lahir dari pemisahan agama dari kehidupan (sekularisme), sehingga orientasinya bersifat materialistis.

Akibatnya, peran ibu yang strategis sebagai pengasuh dan pencetak generasi tereduksi menjadi sekadar penyumbang devisa. Anak pun sering terabaikan haknya, kurang kasih sayang, hingga berisiko terjerumus pada pergaulan bebas, kriminalitas, atau perilaku destruktif lainnya.

Peran Mulia Ibu dalam Islam

Islam menempatkan ibu pada posisi yang sangat mulia, yakni sebagai pendidik utama generasi. Sejarah menunjukkan, banyak tokoh besar lahir berkat kesabaran dan pengasuhan seorang ibu. Salah satunya Imam Syafi’i, yang tumbuh menjadi ulama besar karena perhatian dan doa ibunya.

Dalam pandangan Islam, ibu boleh bekerja, namun tidak diwajibkan. Kewajiban mencari nafkah berada di pundak suami, agar ibu dapat fokus mengurus anak dan mengelola rumah tangga.

Kesejahteraan masyarakat semestinya ditopang oleh pengelolaan negara melalui Baitulmal, baik dari kekayaan negara (jizyah, kharaj, fa’i, ghanimah, harta tak bertuan), maupun kekayaan umum berupa sumber daya alam seperti api, tanah, dan air.

Dengan penerapan sistem Islam secara menyeluruh, peran ibu dapat kembali pada fitrahnya: mendidik generasi dan mengatur rumah tangga, tanpa terbebani kewajiban mencari nafkah. Wallahu a’lam bish-shawab.***

Tags: KeluargaOpiniPeran Ibu
Dapatkan update berita pilihan, dan artikel menarik lain setiap hari dari etnologimedia.com, klik untuk mengikuti Google News etnologimedia.com.

Terkait Berita

Pariwisata Jawa Barat Menggeliat, Antara Tren Gaya Hidup dan Tuntunan Syariat
Opini

Pariwisata Jawa Barat Menggeliat, Antara Tren Gaya Hidup dan Tuntunan Syariat

22 January 2026 | 22:50
Jabar Catat Transaksi Judi Online Tertinggi, Pemain Tembus 2,6 Juta
Opini

Jabar Catat Transaksi Judi Online Tertinggi, Pemain Tembus 2,6 Juta

25 November 2025 | 13:37
Saat Ibu Menjadi Tulang Punggung Keluarga
Opini

Ambruknya Gedung Ponpes, Cermin Buramnya Jaminan Fasilitas Pendidikan

16 October 2025 | 08:08
Gerakan Sadar Obat Rasional, Ikhtiar Kecil untuk Masa Depan Besar
Opini

Gerakan Sadar Obat Rasional, Ikhtiar Kecil untuk Masa Depan Besar

19 September 2025 | 07:19
Memanfaatkan Kemajuan Teknologi di Jalan Kebaikan
Opini

Memanfaatkan Kemajuan Teknologi di Jalan Kebaikan

14 May 2025 | 07:38
Ironis, Prostitusi Online Menyasar Generasi Muda di Jabar
Opini

Menjaga Generasi Muda dari Kegiatan Negatif

26 April 2025 | 18:19
Berita berikutnya
Pemerintah Pusat Siap Dukung Pemulihan Gedung DPRD Kabupaten Cirebon

Pemerintah Pusat Siap Dukung Pemulihan Gedung DPRD Kabupaten Cirebon

Rekomendasi

Tanda-Tanda Tubuhmu Kekurangan Nutrisi: Jangan Abaikan Gejalanya

Tanda-Tanda Tubuhmu Kekurangan Nutrisi: Jangan Abaikan Gejalanya

16 January 2025 | 08:46
Kabur ke Ibukota, Pelaku Pembunuhan Mantan Istri Siri di Cirebon Dibekuk Petugas

Kabur ke Ibukota, Pelaku Pembunuhan Mantan Istri Siri di Cirebon Dibekuk Petugas

29 November 2023 | 07:26
Divisi Humas Polri dan PWI Bahas Kerjasama Jelang Pemilu 2024

Divisi Humas Polri dan PWI Bahas Kerjasama Jelang Pemilu 2024

07 October 2023 | 16:56

BeritaTerpopuler

  • Jelang Nataru, KAI Daop 3 Cirebon Perkuat Pengamanan dan Layanan

  • Fakta Menarik: Ternyata SCOBY atau ‘Jamur’ Kombucha Bisa Dimakan

  • Dari Waduk Darma, Cirebon- Kuningan Bahas Solusi Banjir Terpadu

  • Pariwisata Jawa Barat Menggeliat, Antara Tren Gaya Hidup dan Tuntunan Syariat

  • Pemkab Cirebon dan REI Sepakati Investasi Perumahan Berbasis Mitigasi Bencana

Etnologi Media

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sosok

Layanan dan Informasi

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Copyright @ 2021 PT Digital Etnologi Solution. All rights reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks

© 2021 PT Digital Etnologi Solution - Inspirasi Generasi Terkini.