Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sunday, 01 February 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Beranda Ekonomi Bisnis

112 Ribu Pekerja Terserap, Kawasan Berikat Dongkrak Ekonomi di Ciayumajakuning

Penulis: Mamat Rahmat
25 September 2025 | 13:18
Reading Time: 2 mins read
TELATEN. Seorang pekerja industri alas kaki internasional berbasis di PT Long Rich Indonesia, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, Kamis (25/9/2025)./* (Foto: Humas Bea Cukai) 

TELATEN. Seorang pekerja industri alas kaki internasional berbasis di PT Long Rich Indonesia, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, Kamis (25/9/2025)./* (Foto: Humas Bea Cukai) 

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on LineShare on Telegram

CIREBON, (ETNOLOGIMEDIA)-Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) terus memperkuat peran kawasan berikat (KB) sebagai instrumen strategis dalam mendukung industri berorientasi ekspor.

Fasilitas ini terbukti mampu meningkatkan daya saing, menarik investasi, sekaligus menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, dengan tetap berada dalam kerangka pengawasan yang transparan.

Baca Juga

Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Bisa Dipesan Mulai H-45

Miliki Teknologi Tinggi, Dishub Jabar Selesaikan Pemasangan Alat Penerangan Jalan di Tahun 2025 dan Luncurkan Tim Reaksi Cepat

PD/PRT Disempurnakan, PWI Pusat Siap Jaring Masukan Daerah

Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai, Nirwala Dwi Heryanto, menegaskan bahwa kawasan berikat dirancang untuk memberi stimulus fiskal tanpa mengabaikan akuntabilitas negara.

Melalui fasilitas penangguhan bea masuk dan pajak impor atas bahan baku maupun barang modal, perusahaan dapat menekan biaya produksi sehingga lebih kompetitif di pasar global.

“Hingga Agustus 2025, terdapat 1.512 perusahaan yang beroperasi dengan skema kawasan berikat. Industri ini berhasil menyerap lebih dari 1,83 juta tenaga kerja, berkontribusi sekitar 30 persen terhadap total ekspor nasional, serta menghasilkan devisa sebesar Rp3.140 triliun,” ujar Nirwala dalam keterangannya.

Ia menambahkan, kawasan berikat tidak hanya menjadi motor pendorong ekspor, tetapi juga magnet investasi.

Pada 2024, tercatat investasi industri mencapai Rp221,53 triliun, dengan dukungan fasilitas fiskal senilai Rp69,63 triliun.

Meski memberikan insentif besar, Bea Cukai memastikan pengawasan tetap optimal. Mekanisme yang diterapkan antara lain manajemen risiko, audit kepabeanan, IT Inventory terintegrasi, serta pemantauan melalui CCTV daring.

Pendekatan ini dipadukan dengan ruang dialog terbuka bersama pelaku industri agar fasilitas dimanfaatkan secara maksimal dengan tetap mematuhi ketentuan.

Salah satu penerima manfaat fasilitas adalah PT Long Rich Indonesia yakni idustri produsen alas kaki internasional berbasis di Kabupaten Cirebon. Perusahaan ini memproduksi merek ternama seperti Under Armour, New Balance, Adidas, Crocs, ASICS, Brooks, dan On Cloud.

Sepanjang 2025, PT Long Rich Indonesia menargetkan ekspor 32 juta pasang alas kaki dengan nilai USD360 juta serta kontribusi devisa USD808 juta per tahun. Pada 2024, perusahaan ini menyerap 25.520 tenaga kerja, dan diperkirakan meningkat hingga 35.000 orang pada akhir 2025.

“Selain meningkatkan daya saing, fasilitas kawasan berikat juga membuka lapangan kerja bagi puluhan ribu orang serta menggerakkan ekonomi daerah melalui rantai pasok lokal, transportasi, dan jasa pendukung,” kata John, selaku Direktur Ekspor Impor PT Long Rich Indonesia.

Ia menambahkan, perusahaan juga memperoleh tambahan investasi senilai Rp425,47 miliar berkat fasilitas tersebut.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat (APKB), Iwa Koswara, menilai KB sebagai instrumen penting yang menghadirkan efisiensi sekaligus kepastian usaha.

“Perusahaan penerima fasilitas wajib memenuhi persyaratan ketat, mulai dari kesiapan administrasi hingga infrastruktur teknologi informasi. Dengan pengelolaan yang akuntabel, kawasan berikat akan menjadi motor penggerak industri ekspor Indonesia,” ujarnya.

Sementara, Kepala Kantor Bea Cukai Cirebon, Abdul Rasyid, menyoroti kontribusi besar kawasan berikat terhadap perekonomian Ciayumajakuning. Hingga September 2025, jumlah perusahaan penerima fasilitas meningkat hampir 77 persen dibanding 2022.

Dengan industri sepatu sebagai dominasi utama. Nilai devisa ekspor mencapai lebih dari Rp15 triliun dan penyerapan tenaga kerja menembus 112 ribu orang.

“Melalui asistensi dan pengawasan ketat, Bea Cukai Cirebon memastikan seluruh arus barang sesuai ketentuan kepabeanan dan perpajakan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Dengan kombinasi kemudahan fiskal, kepastian kebijakan, serta pengawasan berbasis teknologi, kawasan berikat diyakini terus memainkan peran vital dalam memperkuat daya saing ekspor nasional.

Bea Cukai bersama pemangku kepentingan berkomitmen menjaga transparansi agar manfaat fasilitas ini benar-benar dirasakan luas.

“Mulai dari peningkatan devisa, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan industri nasional berkelanjutan,” pungkasnya.***

 

 

Tags: Bea CukaieksporImporinvestasiKabupaten CirebonKawasan berikatPT Long RichtTenaga Kerja
Dapatkan update berita pilihan, dan artikel menarik lain setiap hari dari etnologimedia.com, klik untuk mengikuti Google News etnologimedia.com.

Terkait Berita

Dari Fikih hingga Medis, Seminar Haul ke-95 KH Muhammad Sa’id Kupas Tuntas Edukasi Haid untuk Perempuan
Nasional

PWI Kabupaten Cirebon Tekankan Pentingnya Literasi Media dalam Isu Kesehatan Perempuan di Seminar Nasional

01 February 2026 | 17:04
Dari Fikih hingga Medis, Seminar Haul ke-95 KH Muhammad Sa’id Kupas Tuntas Edukasi Haid untuk Perempuan
Nasional

Dari Fikih hingga Medis, Seminar Haul ke-95 KH Muhammad Sa’id Kupas Tuntas Edukasi Haid untuk Perempuan

01 February 2026 | 17:01
Seminar Nasional Haul ke-95 KH. Muhammad Sa’id Bahas Risalatul Mahid dari Perspektif Medis
Nasional

Seminar Nasional Haul ke-95 KH. Muhammad Sa’id Bahas Risalatul Mahid dari Perspektif Medis

01 February 2026 | 16:56
Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Bisa Dipesan Mulai H-45
Ekonomi Bisnis

Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Bisa Dipesan Mulai H-45

25 January 2026 | 06:53
Miliki Teknologi Tinggi, Dishub Jabar Selesaikan Pemasangan Alat Penerangan Jalan di Tahun 2025 dan Luncurkan Tim Reaksi Cepat
Nasional

Miliki Teknologi Tinggi, Dishub Jabar Selesaikan Pemasangan Alat Penerangan Jalan di Tahun 2025 dan Luncurkan Tim Reaksi Cepat

21 January 2026 | 12:51
PD/PRT Disempurnakan, PWI Pusat Siap Jaring Masukan Daerah
Nasional

PD/PRT Disempurnakan, PWI Pusat Siap Jaring Masukan Daerah

16 January 2026 | 20:28
Berita berikutnya
Pertamina EP Jatibarang Field Capai Liquid Onstream Perdana dari SP ABG Stage 1

Pertamina EP Jatibarang Field Capai Liquid Onstream Perdana dari SP ABG Stage 1

Rekomendasi

Momentum HUT RI Ke-79, Nikmati Cashback Jutaan Rupiah dari Transaksi Valas di Bank Bjb

Momentum HUT RI Ke-79, Nikmati Cashback Jutaan Rupiah dari Transaksi Valas di Bank Bjb

28 August 2024 | 17:21
Pembukaan Popkota Cirebon 2023, Eti Herawati: Pemda Kota Cirebon Komitmen Dukung Pengembangan Olahraga

Pembukaan Popkota Cirebon 2023, Eti Herawati: Pemda Kota Cirebon Komitmen Dukung Pengembangan Olahraga

09 September 2023 | 15:35
Zona Melantai, Simbol Transformasi Kerja di Kota Cirebon

Zona Melantai, Simbol Transformasi Kerja di Kota Cirebon

13 December 2024 | 17:35

BeritaTerpopuler

  • Jelang Nataru, KAI Daop 3 Cirebon Perkuat Pengamanan dan Layanan

  • Fakta Menarik: Ternyata SCOBY atau ‘Jamur’ Kombucha Bisa Dimakan

  • Pariwisata Jawa Barat Menggeliat, Antara Tren Gaya Hidup dan Tuntunan Syariat

  • Dari Waduk Darma, Cirebon- Kuningan Bahas Solusi Banjir Terpadu

  • Filosofi Warna dalam Desain Grafis: Memahami Makna di Balik Pilihan Warna

Etnologi Media

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sosok

Layanan dan Informasi

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Copyright @ 2021 PT Digital Etnologi Solution. All rights reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks

© 2021 PT Digital Etnologi Solution - Inspirasi Generasi Terkini.