Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sunday, 01 February 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Beranda Daerah

200 Ribu Peserta BPJS PBI Dicoret, DPRD Cirebon Desak Verifikasi Data Bansos

Penulis: Mamat Rahmat
10 January 2026 | 18:35
Reading Time: 2 mins read
Anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari Fraksi PDI Perjuangan, Aan Setiawan./* (foto: ist) 

Anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari Fraksi PDI Perjuangan, Aan Setiawan./* (foto: ist) 

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on LineShare on Telegram

CIREBON, (ETNOLOGIMEDIA)- Penghapusan lebih dari 200 ribu peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Kabupaten Cirebon sejak 1 Januari 2026 kembali membuka persoalan lama. Lantaran diindikasikan kekacauan data penerima bantuan sosial.

DPRD Kabupaten Cirebon menilai kebijakan tersebut berpotensi menghilangkan hak dasar warga miskin atas layanan kesehatan.

Baca Juga

DPRD Minta Laporan Tindak Lanjut Temuan BPK di Disdik

Polresta Cirebon Resmi Punya Wakapolresta Baru, AKBP Eko Munarianto Siap Perkuat Kamtibmas

Kawasan Sungai Sukalila Mulai Dibenahi, Wali Kota Cirebon Pantau Langsung

Sorotan ini disampaikan menyusul temuan Forum Puskesos yang mengungkap bahwa pencoretan peserta BPJS PBI dilakukan berdasarkan sistem pemeringkatan kesejahteraan (desil) tanpa diikuti verifikasi lapangan secara rutin.

Anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari Fraksi PDI Perjuangan, Aan Setiawan, menilai penerapan sistem desil yang menggabungkan berbagai basis data.

Seperti Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan P3KE memiliki risiko besar jika tidak dibarengi validasi langsung di tingkat desa.

“Persoalannya bukan pada sistemnya, tapi pada data yang tidak pernah diuji di lapangan. Kalau diuji di lima desa saja dan ternyata eror, saya yakin satu Kabupaten Cirebon juga eror,” ujar Aan kepada wartawan, Jumat (9/1/2026).

Sistem desil membagi masyarakat ke dalam sepuluh kelompok, dari kategori termiskin hingga terkaya, yang kemudian menjadi dasar penentuan penerima bantuan sosial dan BPJS PBI.

Namun, menurut Aan, tanpa verifikasi faktual, pemeringkatan tersebut rentan salah sasaran.

Ia menilai pembahasan di tingkat DPRD kerap menemui jalan buntu karena instansi terkait tidak membawa data pembanding yang dapat diuji secara terbuka. “Kalau dipanggil ke DPRD tapi tidak bawa data, ya sulit dibahas,” katanya.

Untuk mengurai persoalan, Aan mengusulkan satu desa dijadikan sampel verifikasi bersama lintas sektor.

Proses tersebut melibatkan Puskesos, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), hingga DPRD.

“Semua bawa data masing-masing, buka laptop bareng. Yang meninggal ada berapa, yang pindah ada berapa, kita komparasikan di satu desa. Kalau saja sudah ada selisih, saya yakin di desa lain juga banyak,” tegasnya.

Menurut Aan, hasil pembandingan di tingkat desa dapat menjadi pijakan untuk menentukan basis data yang paling mendekati kondisi riil masyarakat dan disepakati bersama sebagai acuan.

“Mana data yang paling mendekati kebenaran, itu yang kita sepakati sebagai rujukan,” ujarnya.

Ia juga menekankan peran penting perangkat desa dalam memastikan warganya ditempatkan pada kelompok desil yang sesuai.

Verifikasi, kata dia, harus dilakukan langsung ke rumah warga, bukan hanya berbasis laporan administratif.

“Perangkat desa atau kuwu harus memanggil warganya. Betul tidak masuk desil 5 atau 6. Verval harus turun ke rumah, jangan hanya oleh Puskesos saja,” katanya.

Aan menegaskan, langkah sampling satu desa dapat menjadi kunci untuk membuka dan memperbaiki persoalan data secara menyeluruh di Kabupaten Cirebon.

“Untuk meyakinkan semuanya, kita mulai dari satu desa sebagai sampel,” ucapnya.

Ia menilai kekacauan data penerima bansos dan BPJS PBI telah berlangsung lama dan berdampak langsung pada warga yang seharusnya berhak menerima bantuan.

“Masalah data ini sudah ruwet. Yang tidak layak masih dapat, yang layak justru tidak dapat. Bahkan saat mau menambah kuota BPJS pun datanya masih tidak valid,” pungkas Aan.***

Tags: BansosBPJSDinsosDPRD Kabupaten CirebonKabupaten Cirebon
Dapatkan update berita pilihan, dan artikel menarik lain setiap hari dari etnologimedia.com, klik untuk mengikuti Google News etnologimedia.com.

Terkait Berita

Langkah Tegas KAI, 16 Perlintasan Ilegal di Wilayah Cirebon Ditutup
Daerah

Langkah Tegas KAI, 16 Perlintasan Ilegal di Wilayah Cirebon Ditutup

30 January 2026 | 14:48
Baru 93 Tapping Box Terpasang, Ribuan Restoran Belum Terpantau
Daerah

Baru 93 Tapping Box Terpasang, Ribuan Restoran Belum Terpantau

29 January 2026 | 17:24
Kontribusi Pajak Kecil, DPRD Ingatkan Risiko Sosial Hiburan Malam
Daerah

Kontribusi Pajak Kecil, DPRD Ingatkan Risiko Sosial Hiburan Malam

28 January 2026 | 10:20
DPRD Minta Laporan Tindak Lanjut Temuan BPK di Disdik
Daerah

DPRD Minta Laporan Tindak Lanjut Temuan BPK di Disdik

27 January 2026 | 19:31
Polresta Cirebon Resmi Punya Wakapolresta Baru, AKBP Eko Munarianto Siap Perkuat Kamtibmas
Daerah

Polresta Cirebon Resmi Punya Wakapolresta Baru, AKBP Eko Munarianto Siap Perkuat Kamtibmas

27 January 2026 | 19:20
Kawasan Sungai Sukalila Mulai Dibenahi, Wali Kota Cirebon Pantau Langsung
Daerah

Kawasan Sungai Sukalila Mulai Dibenahi, Wali Kota Cirebon Pantau Langsung

27 January 2026 | 09:34
Berita berikutnya
DPRD Soroti Mini Zoo Plangon di Kawasan Hutan Lindung

DPRD Soroti Mini Zoo Plangon di Kawasan Hutan Lindung

Rekomendasi

Program TMMD Ke-121 di Cirebon Resmi Ditutup, Pangdam:Tingkatkan Infrastruktur dan Kualitas Hidup Masyarakat

Program TMMD Ke-121 di Cirebon Resmi Ditutup, Pangdam:Tingkatkan Infrastruktur dan Kualitas Hidup Masyarakat

22 August 2024 | 12:59
Libur Isra Mi’raj dan Imlek, Jumlah Pengunjung Goa Sunyaragi Cirebon Meningkat

Libur Isra Mi’raj dan Imlek, Jumlah Pengunjung Goa Sunyaragi Cirebon Meningkat

12 February 2024 | 18:11
PT KAI Daop 3 Cirebon Berikan Santunan Rp 25 Juta ke Porter Stasiun

PT KAI Daop 3 Cirebon Berikan Santunan Rp 25 Juta ke Porter Stasiun

03 May 2021 | 14:49

BeritaTerpopuler

  • Jelang Nataru, KAI Daop 3 Cirebon Perkuat Pengamanan dan Layanan

  • Fakta Menarik: Ternyata SCOBY atau ‘Jamur’ Kombucha Bisa Dimakan

  • Pariwisata Jawa Barat Menggeliat, Antara Tren Gaya Hidup dan Tuntunan Syariat

  • Dari Waduk Darma, Cirebon- Kuningan Bahas Solusi Banjir Terpadu

  • Filosofi Warna dalam Desain Grafis: Memahami Makna di Balik Pilihan Warna

Etnologi Media

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sosok

Layanan dan Informasi

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Copyright @ 2021 PT Digital Etnologi Solution. All rights reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks

© 2021 PT Digital Etnologi Solution - Inspirasi Generasi Terkini.