Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sunday, 01 February 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Etnologi Media
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks
Beranda Daerah

Akses Kesehatan Terancam, DPRD Kritik Sistem Desil Penerima BPJS

Penulis: Mamat Rahmat
12 January 2026 | 12:58
Reading Time: 2 mins read
Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Heriyanto.) * (foto: ist)

Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Heriyanto.) * (foto: ist)

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on LineShare on Telegram

CIREBON, (ETNOLOGIMEDIA)- Gelombang keluhan warga terkait kepesertaan BPJS Kesehatan yang tiba-tiba nonaktif mulai mencuat ke ruang publik.

Aduan tersebut sampai ke DPRD Kabupaten Cirebon setelah banyak warga mengaku kehilangan akses layanan kesehatan tanpa penjelasan yang jelas.

Baca Juga

DPRD Minta Laporan Tindak Lanjut Temuan BPK di Disdik

Polresta Cirebon Resmi Punya Wakapolresta Baru, AKBP Eko Munarianto Siap Perkuat Kamtibmas

Kawasan Sungai Sukalila Mulai Dibenahi, Wali Kota Cirebon Pantau Langsung

Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Heriyanto, mengungkapkan keluhan itu kerap disampaikan langsung oleh warga yang datang ke rumahnya dalam kondisi kebingungan dan cemas.

“Keluhan ini sering disampaikan langsung masyarakat dengan datang ke rumah. Mereka kaget karena BPJS yang sebelumnya aktif, tiba-tiba tidak bisa digunakan,” ujar Heriyanto, dalam keterangannya, Senin (12/1/2026).

Politikus Partai Demokrat itu menilai persoalan BPJS nonaktif bukan sekadar urusan administratif.

Melainkan menyangkut hak dasar warga, terutama kelompok masyarakat kurang mampu yang sangat bergantung pada jaminan kesehatan pemerintah.

Menurut Heriyanto, sebagian warga mempertanyakan perubahan status kepesertaan yang terjadi tanpa sosialisasi maupun pemberitahuan sebelumnya.

Informasi yang diterimanya dari Komisi IV DPRD menyebutkan, salah satu penyebab utama adalah penerapan sistem desil dalam penentuan penerima bantuan.

“Banyak warga bertanya kenapa BPJS mereka mendadak nonaktif. Informasi yang kami terima, salah satu faktornya karena penyesuaian desil,” jelasnya.

Ia menjelaskan, sistem desil digunakan pemerintah untuk mengelompokkan tingkat kesejahteraan masyarakat, dengan penerima bantuan berada pada rentang desil satu hingga desil lima. Namun, Heriyanto mempertanyakan keakuratan data tersebut di lapangan.

“Pertanyaannya, apakah data desil satu sampai lima itu benar-benar valid? Fakta di lapangan masih banyak warga yang jelas-jelas tidak mampu, tetapi justru tidak masuk dalam desil penerima bantuan,” tegasnya.

Heriyanto menilai persoalan data kemiskinan di Kabupaten Cirebon terus berulang dari tahun ke tahun.

Meski anggaran pendataan terus digelontorkan, kualitas data dinilai belum mengalami perbaikan signifikan.

“Masalah data ini tidak pernah selesai. Anggaran ada, tapi datanya tetap amburadul. Jangan terus menjawab dengan kalimat klasik, ‘kalau tidak masuk desil silakan diusulkan lewat desa atau puskesos’. Itu bahasa lama yang terus diulang,” katanya.

Ia mendorong dinas teknis agar tidak semata mengandalkan laporan administratif.

Melainkan melakukan verifikasi faktual secara langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi riil warga.

“Tidak perlu semua desa. Satu desa saja, tapi betul-betul dicek. Disurvei rumah ke rumah, dilihat kondisi sebenarnya. Apakah benar yang masuk desil satu sampai lima itu warga yang berhak menerima bantuan,” ucapnya.

Selain itu, Heriyanto juga menyoroti potensi kecemburuan sosial yang muncul akibat ketidaktepatan data penerima bantuan.

Tidak sedikit warga menilai bantuan justru diterima kelompok yang relatif mampu, sementara warga miskin terlewatkan.

“Kalau dinas terkait tidak mau membuka mata dan telinga, saya yakin sampai kapan pun data ini tidak akan pernah benar,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, jumlah warga Kabupaten Cirebon dengan kepesertaan BPJS nonaktif diperkirakan mencapai sekitar 160 ribu orang.

Angka tersebut, menurut Heriyanto, perlu diverifikasi secara terbuka agar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Muchyidin, membenarkan adanya informasi terkait penonaktifan BPJS Kesehatan dalam jumlah besar.

Meski demikian, ia menegaskan angka pasti masih menunggu klarifikasi dari dinas terkait.

“Kami akan menindaklanjuti dengan mengagendakan rapat kerja bersama Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Bappelitbangda untuk memastikan jumlah dan penyebabnya,” kata Muchyidin.***

Tags: BPJSDesilDPRDKabupaten CirebonWarga Miskin
Dapatkan update berita pilihan, dan artikel menarik lain setiap hari dari etnologimedia.com, klik untuk mengikuti Google News etnologimedia.com.

Terkait Berita

Langkah Tegas KAI, 16 Perlintasan Ilegal di Wilayah Cirebon Ditutup
Daerah

Langkah Tegas KAI, 16 Perlintasan Ilegal di Wilayah Cirebon Ditutup

30 January 2026 | 14:48
Baru 93 Tapping Box Terpasang, Ribuan Restoran Belum Terpantau
Daerah

Baru 93 Tapping Box Terpasang, Ribuan Restoran Belum Terpantau

29 January 2026 | 17:24
Kontribusi Pajak Kecil, DPRD Ingatkan Risiko Sosial Hiburan Malam
Daerah

Kontribusi Pajak Kecil, DPRD Ingatkan Risiko Sosial Hiburan Malam

28 January 2026 | 10:20
DPRD Minta Laporan Tindak Lanjut Temuan BPK di Disdik
Daerah

DPRD Minta Laporan Tindak Lanjut Temuan BPK di Disdik

27 January 2026 | 19:31
Polresta Cirebon Resmi Punya Wakapolresta Baru, AKBP Eko Munarianto Siap Perkuat Kamtibmas
Daerah

Polresta Cirebon Resmi Punya Wakapolresta Baru, AKBP Eko Munarianto Siap Perkuat Kamtibmas

27 January 2026 | 19:20
Kawasan Sungai Sukalila Mulai Dibenahi, Wali Kota Cirebon Pantau Langsung
Daerah

Kawasan Sungai Sukalila Mulai Dibenahi, Wali Kota Cirebon Pantau Langsung

27 January 2026 | 09:34
Berita berikutnya
Diklaim Sepi, Pengelola Tegaskan Terminal Bus Ciledug Masih Beroperasi

Diklaim Sepi, Pengelola Tegaskan Terminal Bus Ciledug Masih Beroperasi

Rekomendasi

Penutupan TPS Liar di Desa Jagapura Wetan, Langkah Konkrit Pemkab Cirebon Atasi Sampah

Penutupan TPS Liar di Desa Jagapura Wetan, Langkah Konkrit Pemkab Cirebon Atasi Sampah

04 June 2024 | 12:15
5 Rahasia Bahan Alami yang Bikin Paru-Paru Sehat dan Terlindungi dari Polusi!

5 Rahasia Bahan Alami yang Bikin Paru-Paru Sehat dan Terlindungi dari Polusi!

02 October 2024 | 09:12
Rooftop Rapture, Kemeriahan Puncak Perayaan Anniversary Kuta Social Club Bersama DJ Tigerlily

Rooftop Rapture, Kemeriahan Puncak Perayaan Anniversary Kuta Social Club Bersama DJ Tigerlily

03 September 2024 | 16:28

BeritaTerpopuler

  • Jelang Nataru, KAI Daop 3 Cirebon Perkuat Pengamanan dan Layanan

  • Fakta Menarik: Ternyata SCOBY atau ‘Jamur’ Kombucha Bisa Dimakan

  • Dari Waduk Darma, Cirebon- Kuningan Bahas Solusi Banjir Terpadu

  • Pariwisata Jawa Barat Menggeliat, Antara Tren Gaya Hidup dan Tuntunan Syariat

  • Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Bisa Dipesan Mulai H-45

Etnologi Media

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sosok

Layanan dan Informasi

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Copyright @ 2021 PT Digital Etnologi Solution. All rights reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Daerah
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Nasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam
  • Opini
  • Indeks

© 2021 PT Digital Etnologi Solution - Inspirasi Generasi Terkini.